CIANJUREKSPRES.ID – Bidang Kepanduan dan Bela Negara (BKBN) DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Cianjur menggelar pelatihan kesiapsiagaan tanggap bencana kepada puluhan peserta yang telah mendaftar dalam Program Sekolah Relawan Batch 1 Tahun 2026 selama dua hari dari 4-5 Juli 2026.
Kegiatan ini dibuka langsung Sekretaris DPD PKS Kabupaten Cianjur, Asep Guntara. Dia mengatakan, sebanyak 75 orang telah mendaftar dalam Program Sekolah Relawan Batch 1 Tahun 2026.
“Pesertanya merata dari berbagai kecamatan di Cianjur, ada juga dari luar Cianjur seperti Cimahi, Bandung dan Bogor,” katanya di lokasi kegiatan Sarongge Camping Ground, Kecamatan Pacet, Sabtu 4 Juli 2026.
Menurutnya, puluhan peserta yang telah mendaftar tersebut mengikuti kegiatan tentang kesiapsiagaan tanggap bencana. Terlebih seperti diketahui bahwa Kabupaten Cianjur merupakan salah satu daerah yang rawan bencana, dari mulai longsor, banjir hingga gempa bumi.
“PKS sebagai partai yang selalu konsisten dalam kerelawanan, memerlukan relawan-relawan yang siap untuk diterjunkan ketika ada bencana di Cianjur. Sehingga diperlukan pelatihan, agar mereka siap siaga dan terampil di lapangan,” jelas Asep.

Sementara itu, Ketua Bidang Kepanduan dan Bela Negara (BKBN) DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Cianjur, Dede Nurhasan, mengungkapkan, sebanyak 75 orang telah mendaftar dalam Program Sekolah Relawan Batch 1 Tahun 2026. Namun yang mengikuti pelatihan ini hanya sekitar 60 orang, karena yang lainnya berhalangan.
“Selama mengikuti pelatihan ini, relawan mendapatkan materi kebencanaan dari BPBD, Basarnas dan Pemadam Kebakaran (Damkar),” katanya.
Menurutnya, para relawan bukan hanya dibekali materi secara teknis, tetapi juga manajemen kebencanaan.
“Setelah pelatihan ini, nanti akan berlanjut dengan latihan rutin setiap sebulan sekali, tentunya materi dan lokasinya disesuaikan dengan tema atau konteksnya. Intinya lebih ke teknis nantinya,” jelas Dede.
Dia mengungkapkan, DPD PKS Kabupaten Cianjur tiga regu relawan yang reguler berjumlah 36 orang. Dua regu Kepanduan, dan satu regu Barisan Putri Keadilan (Santika).
“Kita harapkan dari perekrutan Sekolah Relawan, tercipta relawan-relawan baru PKS yang tersebar di seluruh kecamatan. Ketika ada bencana, mereka bisa melakukan rapid assessment (penilaian cepat), sehingga keputusan yang diambil pimpinan bisa lebih cepat,” ungkap Dede.












