CIANJUREKSPRES.ID – Kabupaten Cianjur mendapat kepercayaan pemerintah pusat untuk menjadi salah satu daerah pelaksana Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). Program tersebut menjadikan Cianjur sebagai salah satu proyek percontohan di wilayah Jawa Barat bagian Bakorwil II, dengan nama SNT 8 Cianjur.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, mengatakan, kepercayaan tersebut menjadi peluang bagi daerah untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan, sekaligus mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya pada sektor pendidikan.
“Perlu disampaikan bahwa Cianjur merupakan salah satu daerah yang mendapatkan kepercayaan dari Presiden Prabowo untuk melaksanakan Sekolah Nasional Terintegrasi. Cianjur bekerja sama dengan BPBMPV di bawah Kemendikdasmen menjadi salah satu pilot project di wilayah Jawa Barat bagian Bakorwil II,” ujar Ruhli kepada Cianjur Ekspres, Rabu 21 Oktober 2026.
Menurutnya, secara nasional program SNT masih terbatas dan baru berjumlah 15 lokasi. Karena itu, keberadaan SNT 8 Cianjur dinilai sebagai kesempatan strategis bagi pemerintah daerah untuk memperluas layanan pendidikan yang terintegrasi dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Pada tahun ini, program tersebut juga telah memasuki tahap penambahan peserta didik. Ruhli menyebutkan, terdapat penambahan masing-masing 40 murid untuk jenjang SMP dan SMA. Sementara menunggu pembangunan fasilitas permanen, kegiatan pendidikan memanfaatkan lokasi transit di Vedca.
“Kemarin kami sudah berkoordinasi dengan Kemendikdasmen. Mudah-mudahan pada November 2026 pembangunan sudah dapat dilaksanakan di lokasi yang telah ditentukan,” katanya.
Ruhli berharap, kehadiran SNT 8 yang berlokasi di Kecamatan Karangtengah dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan serta mendorong kenaikan IPM di wilayah sekitarnya. Pemerintah daerah juga berkomitmen mengupayakan perluasan program tersebut agar manfaatnya tidak hanya dirasakan masyarakat di Karangtengah.
Pada pengajuan tahun 2026, Pemkab Cianjur mengusulkan dua lokasi untuk pembangunan SNT, yakni di Kecamatan Cibinong dan Karangtengah. Namun, dari dua titik yang diajukan, baru satu lokasi yang mendapat persetujuan, yakni Karangtengah.
“Kami sudah berkomitmen untuk mengajukan kembali. Mudah-mudahan SNT tidak hanya ada di Karangtengah, tetapi juga dapat dibuka di wilayah lain, seperti Cianjur utara dan selatan. Kami sudah berkoordinasi dengan BPBMPV Jawa Barat dan Kemendikdasmen untuk mengupayakan pengajuan berikutnya,” ungkapnya.
Untuk tahun depan, Disdikpora Kabupaten Cianjur menargetkan sedikitnya satu SNT tambahan dapat dibentuk di lokasi lain. Upaya tersebut diharapkan mampu memperluas pemerataan akses pendidikan sekaligus mendukung peningkatan IPM di berbagai wilayah Kabupaten Cianjur.












