CIANJUREKSPRES.ID – Anggota DPR RI Isfhan Taufik Munggaran menghadiri acara Talkshow Bincang Inspiratif Alumni dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-67 SMA Negeri 1 (SMANSA) Cianjur, Minggu 18 Oktober 2026.
Kehadiran legislator pusat ini menjadi momen penuh haru sekaligus sarana berbagi motivasi bagi para peserta didik dalam membangun masa depan bangsa.
Isfhan mengaku sangat terharu dan bangga bisa kembali ke almamater tercintanya. Dia mengenang masa-masa sekolah saat dirinya pernah terbersit apakah bisa diundang untuk berbicara seperti orang lain.
“Suatu kehormatan yang sangat tinggi bagi saya menghadiri kegiatan Dies Natalis ini, karena sekolah tidak melupakan saya. Saya sangat terharu. Dulu saat masih sekolah, ketika ada yang diundang bicara, sempat terbersit di pikiran saya, apakah saya bisa seperti mereka atau tidak. Alhamdulillah, hari ini saya bisa mewujudkan apa yang dulu saya impikan,” ujar Isfhan.
Bagi Isfhan, seluruh kenangan di SMAN 1 Cianjur sangat berkesan. Tidak hanya interaksi dengan guru dan teman-teman, tetapi juga hubungan hangat dengan para pedagang hingga penjaga sekolah.
Dia mengaku bukan termasuk kategori siswa yang paling pintar atau teladan semasa sekolah. Namun, Isfhan memegang teguh satu prinsip yang ditanamkan oleh orang tuanya, jangan pernah melawan orangtua di sekolah.
“Sebuah kesuksesan didapatkan dari bagaimana kita melatih mental dan memegang nilai-nilai yang beradab. Jadi, jangan sampai kita mencemooh guru, menghardik, atau menjelek-jelekkan nama guru,” tegasnya.
Di sela-sela acara, Isfhan juga menyempatkan diri menyapa para guru yang hadir, baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun. “Saya menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu dan Bapak guru semua,” ucap Politisi Partai Golkar tersebut.
Isfhan turut menceritakan pengalaman paling berharga menjelang kelulusannya. Saat itu, ia sempat dipanggil beberapa kali oleh Guru Bimbingan Konseling (BK) karena belum memiliki pilihan untuk melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi.
Hingga akhirnya, seorang teman membantu menuliskan jurusan Ilmu Politik di salah satu Universitas Negeri pada formulir pendaftarannya. Isfhan sempat merasa mustahil untuk bisa lolos. namun, para guru di SMAN 1 Cianjur terus meyakinkan dan memberikan dorongan moral kepadanya.
“Atas dorongan dari guru-guru, saya mencoba meskipun awalnya tidak percaya. Ketika pengumuman keluar, alhamdulillah saya diterima di perguruan tinggi negeri. Bahkan orang tua saya sendiri sempat tidak percaya bahwa saya bisa lulus. Semua itu berkat doa dan keyakinan dari para guru,” kenangnya.
Anggota Komisi VIII DPR RI ini memberikan pesan khusus kepada seluruh siswa. Kepada siswa kelas X, Isfhan berpesan harus bersabar karena karena perjalanan di SMA baru saja dimulai dan prosesnya masih sangat panjang.
Sedangkan untuk siswa kelas XI, Isfhan berpesan harus sudah mulai berfikir secara matang mengenai arah, minat dan masa depan. Sementara bagi siswa kelas XII, dia berpesan harus sudah mulai membangun koneksi dan jangan buta terhadap apa yang ada di depan mereka sekarang ini.
“Karena kalianlah yang akan menggantikan kami semua di masa yang akan datang,” kata Isfhan.
Isfhan berharap seluruh siswa SMAN 1 Cianjur untuk berani bermimpi besar, terus mengembangkan potensi diri, dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia.













Respon (1)