CIANJUREKSPRES.ID – Ketahanan pangan menjadi isu krusial yang disampaikan masyarakat kepada Anggota DPRD Kabupaten Cianjur Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Asep Guntara saat melaksanakan kegiatan reses masa persidangan ke III Tahun 2025-2026 di Desa Jamali, Kecamatan Mande.
Asep mengungkapkan, aspirasi yang disampaikan bagaimana agar program ketahanan pangan tersebut selain menguatkan pangan, juga meningkatkan penghasilan masyarakat.
“Harapannya (warga,red) dengan adanya program bantuan ketahanan pangan, pertanian itu bisa meningkatkan kesejahteraan. Selama ini yang dirasakan oleh masyarakat belum terlalu bisa meningkatkan kesejahteraan,” ujar wakil rakyat daerah pemilihan (Dapil) 4 yang meliputi Kecamatan Ciranjang, Mande, Bojongpicung, Haurwangi, dan Sukaluyu.
Dia mengatakan, program ketahanan pangan yang selama ini sudah berjalan dan dibantu oleh pemerintah yakni jenis jagung untuk pakan ternak dengan masa tanam yang panjang. Sedangkan masyarakat menginginkan yang lebih cepat.
“Program benih jagung yang diberikan jenisnya yang buat ternak, sementara mereka selama ini menanam jagung manis yang masa tanam dan panennya lebih cepat. Secara hitung-hitung mereka kurang menguntungkan,” papar Asep yang duduk di Komisi II DPRD Kabupaten Cianjur.
Lebih lanjut Sekretaris DPD PKS Kabupaten Cianjur tersebut juga mengimbau masyarakat terkait dengan ketahanan pangan bisa memanfaatkan pekarangan atau lahan kecil di rumahnya bisa menanam jenis sayuran menggunakan pot atau hidroponik guna memenuhi kebutuhan gizi harian keluarga.
“Misalnya cabai, tomat, sayuran yang kebutuhan sehari-hari. Mulai dari yang kecil dulu untuk keluarga kita penuhi, dan untuk menekan pengeluaran di keluarga juga, dan ini sedang dikembangkan oleh PKS, ” kata Asep.
Selain ketahan pangan, Asep Guntara juga menerima aspirasi masyarakat terkait dengan program meningkatkan skill atau kemampuan, dan keagamaan untuk menguatkan akhlak generasi muda.












