CIANJUREKSPRES.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur sebut cuaca panas yang terjadi diakibatkan minimnya tutupan awan dan di pengaruhi fenomena El Nino.
Karena itu, BPBD Kabupaten Cianjur mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai cuaca panas yang diperkirakan akan terjadi hingga pertengahan Oktober 2026.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari BMKG bahwa suhu udara maksimum di Jawa Barat mencapai 38 derajat celcius.
“Kondisi ini berlangsung di tengah minimnya tutupan awan di wilayah Indonesia akibat pengaruh fenomena El Nino sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif,” katanya, Selasa 20 Oktober 2026.
Dia mengatakan, kondisi cuaca panas dan relatif kering masih berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia pada pertengahan Oktober 2026.
Sedangkan lanjut dia, berdasarkan prakiraan curah hujan pada periode dasarian III Oktober hingga dasarian II November 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah hingga menengah.
“Menghadapi cuaca panas saat ini, kami mengimbau masyarakat diharapkan untuk tetap mewaspadainya, seperti kebakaran hutan. Tak hanya itu masyarakat juga agar menggunakan masker ketika sedang melakukan aktivitas di luar,” katanya.
Samudra menambahkan, Pemkab Cianjur saat ini telah memperpanjang status siaga darurat kekeringan hingga akhir Oktober 2026.












