Puskesmas Sukaluyu Hadirkan “Scoring Center” Jemput Layanan Kesehatan

Puskesmas Sukaluyu, Kabupaten Cianjur meluncurkan program inovatif bertajuk Scoring Center untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan. (Foto: Cianjur Ekspres/Moch. Nursidin)

CIANJUREKSPRES.ID – Puskesmas Sukaluyu, Kabupaten Cianjur meluncurkan program inovatif bertajuk Scoring Center untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan hingga ke wilayah terpencil. Program tersebut menjadi strategi jemput bola bagi masyarakat, khususnya lanjut usia (lansia) dan warga yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.

Kepala Puskesmas Sukaluyu, Liste Zulhijwati Wulan, mengatakan, program ini merupakan bagian dari penguatan layanan primer sekaligus mendukung program pemeriksaan kesehatan gratis dari pemerintah. Melalui Scoring Center, pihaknya menargetkan pelayanan di 10 titik prioritas di wilayah Kecamatan Sukaluyu.

“Dengan program ini kami menargetkan sedikitnya 40 persen dari sekitar 90 ribu penduduk Sukaluyu atau sekitar 36 ribu jiwa dapat terjangkau layanan kesehatan,” ujarnya kepada wartawan, Senin 6 Juli 2026.

Salah satu keunggulan program tersebut adalah hadirnya layanan Puskesmas Berjalan, yakni ambulans yang telah dimodifikasi menjadi ruang pelayanan kesehatan bergerak. Kendaraan tersebut dilengkapi berbagai peralatan medis, termasuk alat USG dan EKG, sehingga pemeriksaan dapat dilakukan langsung di lokasi pelayanan.

“Alat yang kami miliki seperti USG dan EKG kami bawa ke lapangan. Ambulans kami atur sedemikian rupa agar masyarakat di wilayah pelosok dapat menjalani pemeriksaan tanpa harus datang ke puskesmas,” kata Liste.

Meski demikian, layanan lengkap tersebut diprioritaskan untuk desa-desa dengan akses paling sulit menuju puskesmas. Selain membuka pos pelayanan di desa, tim kesehatan juga menerapkan sistem home care bagi lansia yang sudah tidak mampu berjalan maupun pasien dengan kondisi sakit berat.

Dalam pelaksanaannya, Puskesmas Sukaluyu turut melibatkan kader kesehatan desa, baik kader Penyakit Tidak Menular (PTM) maupun Penyakit Menular (PM). Para kader yang telah mendapatkan pelatihan dan sertifikasi 25 kompetensi dasar itu bertugas mendata, mendeteksi, hingga melaporkan berbagai kasus kesehatan, mulai dari hipertensi, ODGJ, TBC hingga HIV.

Sebelum pelayanan dilaksanakan, kader melakukan pemetaan warga yang dapat hadir ke lokasi pelayanan maupun warga yang membutuhkan kunjungan langsung ke rumah.

Selanjutnya, Puskesmas berkoordinasi dengan pemerintah desa, mulai dari kepala desa, sekretaris desa, RW hingga RT untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi dan hadir dalam kegiatan tersebut.

Hingga saat ini, program Scoring Center telah dilaksanakan di dua desa, yakni Desa Babakan dan Desa Tanjungsari. Puskesmas Sukaluyu kini tengah melakukan evaluasi capaian layanan untuk menentukan delapan desa berikutnya yang akan menjadi sasaran, dengan memprioritaskan wilayah yang memiliki capaian pengelolaan kesehatan rendah serta akses pelayanan yang paling sulit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *