CIANJUREKSPRES.ID – Sejumlah remaja yang terlibat aksi tawuran di Jalan Raya Bandung tepatnya di Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur diamankan polisi.
Berdasarkan informasi yang didapat, aksi tawuran antar kelompok remaja tersebut terjadi pada Sabtu 21 Februari 2026 dini hari. Aksi tawuran tersebut juga sempat terekam kamera handphone milik warga.
Rekaman video aksi tawuran antar kelompok remaja tersebut pun menyebar di sejumlah media sosial, dan membuat masyarakat resah, karena mereka tampak membawa senjata tajam.
Kapolres Cianjur, AKBP Alexander Yurikho Hadi, menyebutkan, jajarannya telah mengamankan sejumlah remaja terduga pelaku tawuran.
“Beberapa pelaku tawuran, telah kita ringkus. Namun, ada beberapa pelaku lainnya yang masih dalam pengejaran polisi. Apabila ada informasi terbaru nanti kita infokan lagi,” katanya, Minggu 22 Februari 2026.
Selain itu, Alexander menegaskan, pihaknya tak akan segan untuk melakukan tindakan tegas bagi para pelaku yang mengganggu kondusifitas dan jalannya pelaksanaan ibadah puasa.
“Dalam upaya pencegahan aksi tawuran pada bulan Ramadan ini kita sudah menurunkan puluhan personil termasuk tim patroli ke sejumlah wilayah rawan tawuran dan tindak pidana lainnya,” katanya.
Menurutnya, tim patroli akan mengimbau dan membubarkan kerumunan anak muda atau remaja saat malam atau dini hari untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
“Tapi apabila tim patroli pada wilayah yang diperlukan kehadiran Polri dan jika kedapatan menguasai dan bahkan dengan menggunakan senjata tajam, maka tindakan tegas terukur akan kami lakukan,” katanya.
Selain itu, Alex mengatakan pihaknya juga melakukan patroli cyber di berbagai media sosial yang kerap dijadikan para pelaku untuk membuat janji sebelum melakukan perang sarung.
“Patroli cyber di media sosial juga dilakukan sebagai langkah antisipasi. Ketika ditemukan, petugas dapat langsung melakukan berbagai langkah agar selama puasa berjalan aman dan lancar, tanpa ada penyakit masyarakat, termasuk perang sarung,” katanya.
Sementara itu, Hendi (36) warga Kecamatan Haurwangi, mengungkapkan, tawuran antar remaja itu pecah saat masyarakat melaksanakan makan sahur. Bahkan sebelumnya sejumlah kelompok remaja tampak berkumpul di beberapa titik.
“Kejadiannya di saat masyarakat akan melaksanakan waktu sahur, mereka membawa sejumlah senjata tajam, seperti clurit dan pedang serta petasan. Selain meresahkan masyarakat setempat, aksi tawuran juga sempat arus lalu lintas,” katanya.
Dia berharap aparat keamanan untuk lebih meningkatkan patroli terutama pada saat jam rawan, seperti menjelang sahur.
“Khawatir jatuh korban jiwa, karena para remaja yang terlibat tawuran menggunakan senjata tajam sama petasan. Kepolisian agar lebih aktif mengantisipasi terjadinya tawuran antar kelompok remaja tersebut. Karena hampir tiap bulan puasa, aksi tersebut terjadi,” kata Hendi.












