Diskumdagin Cianjur Ajukan Anggaran Revitalisasi Pasar Sukanagara Rp3 Miliar di 2027

Diskumdagin Cianjur Ajukan Anggaran Revitalisasi Pasar Sukanagara Rp3 Miliar di 2027
Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Diskumdagin) mengusulkan anggaran sebesar Rp3 miliar untuk revitalisasi Pasar Sukanagara pada 2027.(Cianjur Ekspres/Moch Nursidin)

CIANJUREKSPRES.ID – Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Diskumdagin) mengusulkan anggaran sebesar Rp3 miliar untuk revitalisasi Pasar Sukanagara pada 2027. Revitalisasi tersebut ditargetkan menjadi solusi atas kondisi pasar yang dinilai sudah tidak layak, dan sebagian bangunannya mulai mengalami kerusakan.

Kepala Diskumdagin Kabupaten Cianjur, Budhi Rahayu Toyib, mengatakan anggaran revitalisasi tersebut telah masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) 2027. Namun, usulan tersebut masih harus melalui pembahasan bersama antara Pemkab Cianjur dan DPRD Kabupaten Cianjur.

“Sesuai dengan program unggulan Pak Bupati, salah satunya revitalisasi pasar. Khusus untuk Sukanagara, insyaallah revitalisasi yang kami laksanakan sudah kami ajukan dalam anggaran 2027 dan sudah masuk KUAPPAS 2027,” kata Budhi kepada Cianjur Ekspres, Rabu 9 September 2026.

Budhi berharap usulan tersebut dapat disetujui, sehingga revitalisasi Pasar Sukanagara bisa direalisasikan pada 2027. Dia menjelaskan kondisi Pasar Sukanagara saat ini sudah tidak layak digunakan. Bahkan, sejumlah bagian bangunan disebut mulai mengalami kerusakan. Di sisi lain, para pedagang juga telah mengajukan permohonan agar dapat menempati bangunan pasar baru yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

“Karena memang kami melihat kondisi Pasar Sukanagara yang sekarang berada di pusat kota itu sama sekali tidak layak, sudah mulai roboh. Para pedagang juga sudah mengajukan permohonan untuk bisa mengisi bangunan yang sudah lama tidak terpakai,” ujarnya.

Dalam rencana revitalisasi tersebut, seluruh pedagang akan diarahkan untuk menempati lokasi pasar yang baru, termasuk pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di sejumlah ruas jalan sekitar pasar.

Budhi menegaskan, setelah pasar baru selesai direnovasi, tidak boleh ada lagi aktivitas perdagangan di bekas lahan pasar maupun area parkir. Hal tersebut dilakukan agar persoalan PKL yang menggunakan badan jalan tidak kembali terjadi.

“Keinginan kami dari dinas ketika sudah selesai renovasi, semua pedagang pindah ke tempat baru yang arah ke Perkebunan Pasir Nangka. Mudah-mudahan seluruh pedagang sepakat semua pindah,” katanya.

Dia menambahkan, Pemkab Cianjur juga telah berkoordinasi dengan pihak desa selaku pemilik lahan pasar. Nantinya, lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk kebutuhan lain dan tidak lagi difungsikan sebagai pasar. Sementara ruas jalan yang selama ini digunakan pedagang untuk berjualan akan dikembalikan fungsinya sebagai jalan dan lahan parkir.

Budhi menyebutkan, anggaran Rp3 miar yang diusulkan dalam KUAPPAS 2027 tersebut baru diperuntukkan bagi perbaikan kios dan los. Sementara sarana dan prasarana pendukung, seperti pengaspalan jalan menuju pasar, masih akan dikoordinasikan dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).

“Rp3 miliar itu baru cukup untuk perbaikan kios dan los, belum kepada sarana prasarana pendukung seperti pengaspalan jalan,” jelasnya.

Selain infrastruktur, Diskumdagin juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) terkait akses angkutan umum menuju pasar baru.

Terkait bangunan pasar yang sebelumnya sempat mangkrak, Budhi menyebut persoalan kesepakatan pedagang menjadi salah satu kendala. Saat itu, pemerintah daerah belum dapat mengoperasionalkan pasar karena belum seluruh pedagang bersedia pindah.

“Dulu yang saya dengar katanya belum ada kesepakatan antara pihak pedagang untuk pindah. Jadi hal ini yang menjadi kendala ketika pemerintah daerah mau mengoperasionalkan pasar tersebut. Nah, baru sekarang semua pedagang sepakat untuk pindah ke sana,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *