CIANJUREKSPRES.ID – Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, RK Dadan Surya Negara, menyambut baik dan mendukung penuh langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur yang mulai mendorong pengembangan bawang putih sebagai komoditas pertanian unggulan baru.
Dadan menilai, inisiatif ini merupakan langkah strategis yang berpotensi besar mendongkrak perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Jawa Barat.
“Kami sangat mengapresiasi terobosan Pemkab Cianjur. Bawang putih memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan pangsa pasar yang sangat luas. Selama ini kita masih bergantung pada impor, jadi optimalisasi potensi lokal seperti di Cianjur ini harus kita dukung penuh,” ujar Dadan saat dimintai tanggapan, Kamis 20 Agustus 2026.
Menurut Dadan, Cianjur memiliki keunggulan geografis berupa wilayah dataran tinggi yang sangat cocok untuk budidaya bawang putih. Kendati demikian, legislator dari daerah pemilihan Cianjur ini mengingatkan pemerintah daerah agar tidak hanya fokus pada proses penanaman, tetapi juga menyiapkan ekosistem pendukung yang matang dari hulu hingga hilir.
Ada tiga poin krusial yang ditekankan Dadan agar program ini berjalan sukses dan berkelanjutan. Pertama, Penyediaan Bibit Unggul, dimana Pemkab harus menjamin ketersediaan bibit berkualitas yang sesuai dengan karakteristik lahan Cianjur agar hasil panen maksimal.
Kedua, Pendampingan Petani: Dinas terkait wajib memberikan edukasi teknis secara masif kepada para petani mengenai tata cara penanaman bawang putih yang modern dan efisien. Ketiga, Jaminan Pasar: Pemerintah harus mengantisipasi stabilitas harga saat panen raya agar para petani tidak merugi dan tetap termotivasi.
Lebih lanjut, Dadan menegaskan bahwa Komisi II DPRD Jawa Barat siap mengawal program ini, termasuk dalam mengupayakan dukungan stimulan atau bantuan fasilitas dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat jika diperlukan.
“Jika dikelola secara serius dan terintegrasi, Cianjur tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan petaninya, tetapi juga bisa memposisikan diri sebagai salah satu daerah sentral penghasil bawang putih utama di Jawa Barat” kata Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur mulai mendorong pengembangan bawang putih sebagai salah satu komoditas pertanian unggulan yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan, pengembangan bawang putih memiliki potensi besar untuk mendorong perekonomian masyarakat, khususnya para petani di Kabupaten Cianjur.
“Potensinya di sini saja sudah 48,5 hektare. Hasilnya satu hektare rata-rata kurang lebih 15 ton, ya bervariasi,” kata Wahyu usai melaksanakan penanaman bawang putih serentak dalam rangka mendukung percepatan swasembada bawang putih nasional, di Kampung Maleber, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Rabu 19 Agustus 2026.
Wahyu menjelaskan, saat ini di Kabupaten Cianjur terdapat sekitar enam hektare lahan yang sedang dikembangkan untuk budidaya bawang putih. Khusus di kawasan Ciherang, lahan yang digunakan pada tahap awal mencapai sekitar 1,5 hektare.
“Kebetulan untuk di Cianjur di sini saja, di Ciherang, kurang lebih lahan yang dipakai untuk bawang putih itu ada 1,5 hektare. Dan di Cianjur sendiri ada 6 hektare yang saat ini sedang diperbarui untuk bawang putih,” jelasnya.
Menurutnya, bawang putih merupakan salah satu komoditas penting karena menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Maka dari itu, pengembangan komoditas tersebut diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan produksi daerah, tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap bawang putih impor.
“Kami ingin menggerakkan bawang putih ini agar kita bisa swasembada, agar tidak lagi tergantung dengan impor,” katanya.
Wahyu berharap, ke depan Cianjur tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga dapat menjadi salah satu daerah pemasok bawang putih bagi kabupaten/kota di sekitar Cianjur.
“Kami bisa menjadi pemasok bagi kabupaten kota di sekitar sebagai penunjang. Kami harap bisa meningkatkan bukan hanya PAD (Pendapatan Asli Daerah) saja, tetapi juga perekonomian warga masyarakat, terutama petani-petani yang ada di Kabupaten Cianjur,” tuturnya.
Dia menyebut, Pemkab Cianjur juga mulai menyiapkan visi jangka panjang agar komoditas pertanian tidak berhenti pada produksi bahan mentah, tetapi dapat memiliki nilai tambah melalui pengolahan.
Wahyu mengatakan, Cianjur ke depan diarahkan menjadi salah satu destinasi wisata pangan dengan berbagai komoditas unggulan yang dimiliki.
“Tentunya sesuai dengan harapan kami. Kami melihat Cianjur ke depan itu menjadi destinasi wisata pangan. Kami ingin komoditas pangan di Cianjur, mau itu bawang putih, beras, sayuran, gula, kelapa dan lain sebagainya bisa menghasilkan di atas ekspektasi kita produktivitasnya,” ujarnya.
Dia menambahkan, pengembangan pertanian tersebut akan dilakukan melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi lahan.
“Kedepan kami harap hasil dari pertanian kami bisa kami tingkatkan, baik dengan intensifikasi maupun ekstensifikasi,” pungkasnya.












