CIANJUREKSPRES.ID – Koordinator Kecamatan (Korcam) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukanagara, Frans H. MW Amnitu mencanangkan Gerakan Makan Sayuran dan Hidup Sehat di Aula Kantor Desa Sukanagara, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur pada Rabu, 6 Mei 2026.
Frans menyebut, inisiasi tersebut merupakan yang pertama di Indonesia, yang dimulai dari Kecamatan Sukanagara, dengan dihadiri ratusan penanggung jawab atau person in charge (PIC) penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah dan posyandu.
“Gerakan Makan Sayuran dan Hidup Sehat ini merupakan program percontohan (pilot project) di Indonesia. Gerakan seperti ini baru ada di Kecamatan Sukanagara,” kata Frans mengungkapkan.
Dalam pertemuan tersebut, Frans mengakui jika masih banyak anak sekolah yang tidak begitu doyan mengonsumsi sayur. Sehingga ide Gerakan Makan Sayuran pun tercetus.
“Dari ratusan PIC juga penanggung jawab SPPG pun menyebutkan hal serupa, jika anak-anak kita kurang begitu suka makan sayur dan lebih memilih makan daging,” ujarnya pada wartawan saat ditemui usai pertemuan.
Selain itu, Gerakan Makan Sayuran dan Hidup Sehat sekaligus sebagai upaya menyamaratakan menu MBG di tiap sekolah di lingkup Kecamatan Sukanagara.
Dalam penyampaiannya, Frans menerapkan pola menu 2 kali telur, 2 kali daging ayam, dan 1 kali ikan atau daging sapi dalam sepekan penyajian MBG.
“Tujuannya, agar tidak ada kecemburuan antarsekolah karena perbedaan menu seperti yang kerap terjadi selama ini,” jelasnya.
Dia berharap, gerakan-gerakan serupa akan bermunculan di wilayah-wilayah lain di Indonesia, sesuai dengan kondisi dan potensi daerahnya masing-masing.












