Isfhan Taufik Munggaran Kutuk Keras Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak di Cianjur

Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran
Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran.(istimewa)

CIANJUREKSPRES.ID – Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Isfhan Taufik Munggaran, mengutuk keras kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Kabupaten Cianjur dalam sepekan terakhir.

Diantaranya, kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang siswi sekolah dasar (SD) berusia 12 tahun oleh dua terduga pelaku. Dari keterangan yang dihimpun, satu orang terduga pelaku berusia dewasa dan satu orang masih berstatus anak (di bawah 18 tahun).

Kemudian kasus serupa juga menimpa seorang anak berusia 9 tahun yang diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh ayah kandungnya. Kedua kasus yang terjadi di wilayah Kecamatan Sukaresmi tersebut saat ini sedang ditangani Unit PPA Polres Cianjur.

Menurut Isfhan, para pelaku harus mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya. “Tidak hanya setimpal, tapi wajib dihukum maksimal,” katanya kepada Cianjur Ekspres, Rabu 8 April 2026.

Dia bahkan langsung berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk menindaklanjuti temuan kasus tersebut.

“Mendengar kabar tersebut saya langsung berkoordinasi dengan pak Wawan Fahrudin salah satu pimpinan LPSK sebagai bentuk perlindungan terhadap korban, karena kebetulan sebagai mitra kerja Komisi XIII,” ucapnya.

Dia menegaskan, tidak boleh ada lagi anak di bawah umur yang menjadi korban kekerasan seksual. “Semua pihak harus berperan. Ini tugas bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” ujar Isfhan.

Sebagai legislator yang berasal dari Cianjur, Isfhan ingin Cianjur menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk anak-anak. Tidak ada ruang dan tempat bagi predator anak di Cianjur.

“Anak Cianjur harus bisa menikmati masa kanak-kanaknya dengan aman dan nyaman, baik itu di rumah, sekolah, dan tempat-tempat umum lainnya. Mari semua stakeholder yang terkait untuk bisa bersama-sama menciptakan kenyaman dan keamanan itu. Tidak harus menunggu ada kasus dulu. Bangun budaya preemtif dan preventif, Mencegah itu lebih baik,” katanya.

Isfhan mendukung dan meminta pihak kepolisian objektif dalam menangani perkara ini.

“Saya minta penegak hukum terutama penyidik tidak pandang bulu ya. Tidak melihat siapa orang-orang yang ada di belakang pelaku. Maju terus pak Polisi. Saya dukung agar tidak ada lagi anak yang jadi korban,” katanya.

Lebih lanjut Isfhan mengatakan, dirinya juga mendengar banyak terjadi kasus serupa di wilayah tersebut namun tidak muncul ke permukaan.

“Saya mendengar bahwa di daerah tersebut juga banyak terjadi kasus yang sama, namun tidak terungkap. Saya berharap ini jadi yang terakhir,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *