Hadapi Kemarau Panjang, Asep Guntara Dorong Cianjur Gercep Akses Bantuan Kementan

Realisasi Retribusi Cianjur Baru 49,91 Persen, Komisi II DPRD Beri Sorotan Tajam
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Cianjur, Asep Guntara.(Cianjur Ekspres/Herry Febriyanto)

CIANJUREKSPRES.ID – Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani, Komisi II DPRD Kabupaten Cianjur telah melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Pertanian (Kementan) RI beberapa waktu lalu.

Kunjungan ini berfokus pada program swasembada pangan dan pengembangan sektor pertanian untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Termasuk penjajakan peluang program dari Kementan yang dapat ditarik dan diakses khusus untuk wilayah Kabupaten Cianjur.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Cianjur, Asep Guntara mengungkapkan, Kementan saat ini memiliki berbagai program bantuan untuk mendukung keberlanjutan pertanian. Bantuan tersebut mencakup pengadaan benih padi dan jagung, hingga Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) untuk mekanisasi seperti pompa air, irigasi pertanian, traktor, dan mesin panen.

Fokus utama saat ini adalah mitigasi ancaman kemarau panjang atau yang diprediksi sebagai fenomena ‘El Nino Godzilla’ pada bulan Juli hingga Agustus mendatang.

“Untuk menghadapi kemarau panjang ini, Kementan telah melakukan refocusing anggaran. Jadi, ada banyak sekali bantuan yang disiapkan khusus untuk menghadapi El Nino. Salah satu yang paling ditekankan saat ini adalah bantuan pompa air dan irigasi perpompaan, khususnya bagi sawah-sawah yang sumber airnya dari sungai namun terkendala pendistribusiannya akibat kemarau,” ujar Asep Guntara kepada Cianjur Ekspres, Kamis 25 Juni 2026.

Asep menjelaskan, peluang ini sangat terbuka lebar bagi kelompok tani di Cianjur. Saat ini, jalur birokrasi pengajuan bantuan telah dipangkas. Petani bisa berkoordinasi langsung dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL) di wilayah masing-masing.

“Sekarang penyuluh sudah berada di bawah arahan langsung Kementan pusat untuk mempercepat birokrasi. Penyuluh turun langsung ke lokasi dan berhadapan dengan kelompok tani. Sehingga, bantuan yang diajukan dipastikan lebih riil dan sesuai dengan kebutuhan mendesak di lapangan,” tegas Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Meski demikian, Asep meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur untuk proaktif melakukan jemput bola dan memitigasi wilayah-wilayah yang paling rawan kekeringan.

“Dinas Pertanian harus men-support dan memitigasi wilayah mana yang benar-benar butuh. Jangan sampai ada daerah rawan yang tidak ter-cover. Peluang bantuannya ini sangat banyak, sayang sekali kalau tidak ditangkap, karena Cianjur pasti akan banyak yang terdampak kemarau nanti,” katanya.

Lebih lanjut Asep mengingatkan, pentingnya kecepatan bergerak dari seluruh elemen pertanian di Cianjur. Ia mendesak agar proposal pengajuan segera disiapkan dari sekarang.

“Harus cepat karena daerah lain juga sama banyak yang membutuhkan, kalau kita tidak gercep (gerak cepat), nanti bisa kehabisan, atau dapatnya tidak sesuai dengan yang dibutuhkan. Sekarang sudah mulai disiapkan, tinggal proposalnya atau pengajuannya, sehingga nanti pas musim kemarau sudah bisa digunakan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *