CIANJUREKSPRES.ID – Wakil Bupati Cianjur Ramzi Geys Thebe meminta masyarakat untuk mengenali ciri-ciri Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) supaya tidak menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Berdasarkan beberapa kasus TPPO yang terjadi di Kabupaten Cianjur terjadi karena mendapatkan iming-iming upah besar.
Ramzi mengakui, Kabupaten Cianjur masih banyak ditemukan kasus TPPO. Namun hal tersebut dapat dicegah dengan beberapa lembaga resmi atau legal dan berkekuatan hukum tetap.
“Kebanyakan kasus TPPO itu mereka berangkat sendiri dan cara lainnya. Jadi pilihlah saluran resmi, yang di backup Kementerian dan kerjasama dengan pemerintah,” katanya, Senin 18 Mei 2026.
Menurutnya, tanggungjawab Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk menyediakan lapangan pekerjaan bagi pemuda dan masyarakat cukup besar.
“Seperti kita ketahui bersama beberapa daerah juga saat ini sedang terjadi pengurangan-pengurangan. Namun tanggungjawab kita cukup besar juga,” ujarnya.
Meski demikian, Ramzi mengatakan, saat ini ada beberapa pihak, seperti LPK yang sangat kredibel dan Kementerian terkait mulai bergerak, sehingga hal tersebut menjadi salah satu alternatif untuk mencegah TPPO.
“Ekosistemnya di Cianjur sudah berjalan cukup lama. Jadi kita jalan bareng. Kita gak mungkin juga tinggal diam,” katanya.
Ramzi menambahkan, setiap kegiatan yang melibatkan anak muda dan pelajar, pihaknya sering mengingatkan bahwa saat ini persaingan di berbagai bidang sangat kompetitif.
“Saya lagi tidak mau bicara keterbatasan, ayo bergerak, meski dengan keterbatasan, tapi alhamdulillah tangan-tangan lain, seperti balai pelatihan kerja dan lain-lainnya siap untuk menghadapi kondisi yang cukup kompetitif ini,” ungkapnya.












