CIANJUREKSPRES.ID – Pemkab Cianjur menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Cianjur belum dapat direalisasikan pada tahun 2026. Program tersebut untuk sementara masih dalam status pending, karena terkendala kesiapan lahan dan sarana prasarana.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, mengatakan, Sekolah Rakyat di Cianjur direncanakan dibangun dari nol, sehingga membutuhkan persiapan yang cukup matang, terutama terkait ketersediaan lahan.
“Untuk Sekolah Rakyat di Kabupaten Cianjur untuk saat ini agak ada pendingan, jadi belum berjalan untuk sementara. Sebagaimana kita ketahui bahwa Sekolah Rakyat di Kabupaten Cianjur adalah dari nol,” ujar Ruhli kepada Cianjur Ekspres, Kamis 3 September 2026.
Menurutnya, salah satu kendala utama yang dihadapi adalah belum tersedianya lahan yang memenuhi persyaratan untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Program tersebut membutuhkan lahan dengan luas minimal sekitar 10 hektare. Selain luas lahan, pemerintah juga harus memastikan status tanah jelas dan kondisi lahan siap untuk dibangun.
“Di antaranya adalah status tanah, lahan di sini karena memerlukan luasan yang sangat luas minimal 10 hektare. Kemudian selain itu cut and fill,” kata Ruhli.
Ruhli menjelaskan, pemerintah pusat pada dasarnya hanya mengalokasikan pembangunan untuk lahan yang sudah dalam kondisi siap bangun. Sementara hingga saat ini, Pemkab Cianjur belum memiliki lahan yang dinilai layak untuk pembangunan sarana dan prasarana Sekolah Rakyat.
“Karena pemerintah pusat hanya mengalokasikan untuk lahan yang sudah siap bangun. Sehingga di Kabupaten Cianjur sampai saat ini belum ada lahan yang layak untuk pembangunan sarana prasarana Sekolah Rakyat,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Cianjur dipastikan belum berjalan pada tahun ini.
“Secara kesimpulan tahun 2026 ini Sekolah Rakyat untuk sementara di-pending,” tegas Ruhli.
Meski demikian, Ruhli menyebut salah satu dari program strategis nasional di bidang pendidikan telah berjalan di Kabupaten Cianjur. Dari tiga model sekolah yang menjadi bagian program tersebut, Cianjur saat ini baru menjalankan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
“Salah satu yang berjalan di Kabupaten Cianjur yaitu Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang dilaksanakan di Raped. Itu sudah berjalan,” pungkasnya.












