Cegah Konflik Antarpelajar, SMP di Cianjur Bakal Libatkan TNI-Polri

Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur di Jalan Perintis Kemerdekaan. (Foto: Dok. Cianjur Ekspres)

CIANJUREKSPRES.ID – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur akan mengevaluasi surat edaran terkait penggunaan gawai di lingkungan sekolah. Langkah tersebut dilakukan menyikapi maraknya kejadian tawuran dan kenakalan remaja yang melibatkan sejumlah siswa di satuan pendidikan.

Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, mengatakan, pihaknya akan memperkuat pengawasan terhadap penggunaan gawai oleh siswa. Salah satu langkah yang diinstruksikan kepada seluruh satuan pendidikan adalah melaksanakan razia penggunaan gawai minimal satu kali dalam sepekan.

“Dinas Pendidikan akan mengevaluasi surat edaran tentang penggunaan gawai. Kemudian, kami menginstruksikan kepada seluruh satuan pendidikan agar minimal satu minggu sekali mengadakan razia penggunaan gawai,” ujar Ruhli kepada Cianjur Ekspres, Rabu 21 Oktober 2026.

Menurutnya, langkah tersebut bertujuan mengantisipasi berbagai kejadian yang tidak diharapkan, termasuk aktivitas negatif di media sosial yang berpotensi memicu konflik antarpelajar. Disdikpora juga tengah mencermati sejumlah akun media sosial yang dinilai bermuatan negatif dan berkaitan dengan siswa dari satuan pendidikan berbeda.

Ruhli menegaskan, setiap sekolah harus bergerak cepat apabila menemukan indikasi perilaku menyimpang atau potensi konflik di kalangan siswa. Penanganan awal dapat dilakukan melalui pembinaan internal dengan melibatkan guru Bimbingan Konseling (BK), wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, serta wali kelas masing-masing.

Selain pengawasan di lingkungan sekolah, Disdikpora juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mencegah tawuran dan kenakalan remaja. Kolaborasi antara sekolah, komite sekolah, wali kelas, dan orang tua dinilai penting untuk memantau perilaku siswa, baik di lingkungan pendidikan maupun di luar sekolah.

“Ketika ditemukan hal-hal yang kurang positif, harus segera diantisipasi. Kami mengharapkan adanya kerja sama antara pihak sekolah dan orang tua untuk bersama-sama memantau keadaan siswa,” katanya.

Ruhli menuturkan, Disdikpora juga menyiapkan layanan pusat pengaduan atau call center serta berkoordinasi dengan aparat keamanan, termasuk kepolisian dan TNI di tingkat kecamatan. Koordinasi tersebut melibatkan Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa di masing-masing desa untuk membantu mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang melibatkan pelajar.

Dia menambahkan, mulai pekan depan pihaknya berharap pembinaan siswa dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan TNI-Polri di seluruh satuan pendidikan jenjang SMP, baik negeri maupun swasta.

“Program tersebut diharapkan dapat memperkuat pembinaan karakter, meningkatkan kedisiplinan, serta mencegah terulangnya tawuran dan perilaku negatif di kalangan pelajar,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *