CIANJUREKSPRES.ID – Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Cianjur yang diikuti oleh 47 desa kini memasuki fase krusial. Panitia tingkat kabupaten hingga desa terus mematangkan persiapan teknis menjelang dimulainya masa kampanye para calon kepala desa (kades) yang dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 4 November 2026.
Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan Desa sekaligus Sekretariat Panitia Pilkades Serentak DPMD Kabupaten Cianjur, Dendi Rinaldi, menyampaikan bahwa jadwal rinci pelaksanaan kampanye akan diumumkan oleh masing-masing panitia tingkat desa setelah penetapan alokasi waktu dan tempat disepakati.
“Sesuai aturan, masa kampanye berlangsung maksimal tiga hari. Namun secara teknis, di beberapa desa yang memiliki jumlah calon cukup banyak, pembagian hari mungkin tidak memungkinkan. Oleh karena itu, panitia desa diberi fleksibilitas untuk menyepakati pembagian wilayah dan waktu agar pelaksanaan kampanye tetap berjalan tertib,” ujar Dendi, Kamis 29 Oktober 2026.
Setelah masa kampanye usai, tahapan akan dilanjutkan dengan masa tenang selama tiga hari, yakni pada 5 hingga 7 November 2026. Sementara hari pemungutan suara atau pencoblosan dijadwalkan berlangsung serentak pada Minggu, 8 November 2026.
Mengenai kesiapan sarana dan prasarana pemungutan suara, Dendi menjelaskan bahwa Pemkab Cianjur berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam penyediaan perangkat digital. Pemprov Jabar memberikan dukungan berupa dua unit tablet dan satu unit printer untuk setiap desa. Kekurangannya akan disesuaikan dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan disediakan oleh pemerintah kabupaten.
Dendi menegaskan, penggunaan perangkat digital ini bertujuan untuk membantu administrasi di Tempat Pemungutan Suara (TPS), namun prosesnya dijalankan secara offline.
“Kami tegaskan ini bukan e-voting atau pemungutan suara secara online. Seluruh peralatan dan proses pada hari H berjalan offline tanpa terhubung ke jaringan internet. Aplikasi disediakan provinsi, tetapi pengoperasiannya tetap lokal di TPS,” tegasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, DPMD bersama panitia tingkat desa gencar melakukan sosialisasi dan simulasi secara berkelanjutan hingga ke pemukiman warga.
Selain kesiapan teknis, perhatian panitia juga tertuju pada penentuan lokasi TPS. DPMD mengimbau panitia desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan pemerintah desa setempat untuk memilih lokasi TPS yang ramah pemilih guna mendongkrak tingkat partisipasi masyarakat.
“Prioritas utama kami adalah mendekatkan TPS ke pemilih serta mempermudah akses warga. Terlebih saat ini sudah memasuki musim hujan, sehingga pemilihan lokasi TPS harus benar-benar memperhatikan kondisi lapangan agar proses pemungutan suara tetap nyaman dan aman dari gangguan cuaca,” kata Dendi.












