CIANJUREKSPRES.ID – Realisasi target retribusi di Pasar Induk Cianjur telah mencapai 87 persen. Capaian tersebut berasal dari sejumlah sektor, mulai dari kios, toko, los, parkir hingga pemanfaatan fasilitas umum (fasum).
Kepala UPTD Pasar Induk Cianjur, Handika Firdaus, mengatakan, capaian terbesar saat ini berasal dari sektor parkir, disusul retribusi los dan fasilitas umum. Bahkan, realisasi retribusi parkir telah mencapai 100 persen dari target yang ditetapkan.
“Sementara untuk kios dan pertokoan, masih ada sisa target sekitar 13 persen yang harus kami kejar hingga Desember 2026,” ujar Handika kepada Cianjur Ekspres.
Dia menjelaskan, pemungutan retribusi di Pasar Induk Cianjur mencakup delapan jenis, yakni retribusi los, kios, rumah toko (ruko), toko, parkir sepeda motor, mobil, truk, serta fasilitas umum. Seluruh sektor tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD).
Dalam pelaksanaannya, petugas pemungut retribusi mendatangi langsung para pedagang setiap hari. Pedagang kemudian diberikan karcis sebagai bukti pembayaran sekaligus informasi mengenai besaran kewajiban yang harus dibayarkan kepada pemerintah.
Menurut Handika, salah satu kendala yang dihadapi dalam meningkatkan pendapatan pasar adalah menurunnya jumlah pengunjung. Kondisi tersebut dipengaruhi perubahan pola belanja masyarakat yang kini semakin banyak beralih ke platform daring atau online.
“Persaingan dengan metode belanja online menjadi salah satu tantangan bagi pasar tradisional. Karena itu, kami berupaya mendorong masyarakat agar kembali berbelanja langsung ke pasar,” katanya.
Untuk meningkatkan kunjungan, pemerintah daerah telah melakukan sejumlah upaya, salah satunya mendorong aparatur sipil negara (ASN) berbelanja di pasar tradisional, termasuk Pasar Induk Cianjur. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menggerakkan aktivitas perdagangan sekaligus meningkatkan transaksi para pedagang.
Selain itu, UPTD Pasar Induk Cianjur juga tengah mendorong revitalisasi infrastruktur pasar. Perbaikan fasilitas diharapkan mampu menciptakan lingkungan pasar yang lebih nyaman dan menarik bagi pengunjung.
Handika berharap, pembenahan infrastruktur dan berbagai upaya peningkatan kunjungan tersebut dapat mendongkrak aktivitas perdagangan serta membantu mengejar sisa target retribusi hingga akhir tahun.
“Dengan fasilitas yang lebih baik, mudah-mudahan masyarakat semakin tertarik datang dan berbelanja di pasar tradisional, khususnya Pasar Induk Cianjur. Harapannya, hal ini juga berdampak terhadap peningkatan PAD,” pungkasnya.












