Pemkab Cianjur Butuh Rp14 Miliar Perbaiki Jalan dan Jembatan Gantung Cikadu

Pemkab Cianjur membutuhkan anggaran sekitar Rp14 miliar untuk memperbaiki jalan utama yang rusak serta meningkatkan jembatan gantung di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikadu. (Foto: Istimewa)

CIANJUREKSPRES.ID – Pemerintah Kabupaten Cianjur memperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp14 miliar untuk memperbaiki jalan utama yang rusak serta meningkatkan jembatan gantung di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikadu, yang viral setelah nekat dilintasi sebuah mobil.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cianjur, Eri Rihandiar, mengatakan, jembatan gantung tersebut sebelumnya merupakan jembatan permanen yang dapat dilalui kendaraan roda empat. Namun, bangunan itu ambruk akibat diterjang banjir dan kemudian diganti dengan jembatan gantung.

“Jembatan gantung itu dibangun sebagai penanganan pascabencana. Proses penanganannya waktu itu dilakukan oleh Dinas Perkim berdasarkan usulan dari BPBD,” ujarnya, Rabu 15 Juli 2026.

Menurutnya, apabila jembatan tersebut akan ditingkatkan kembali menjadi jembatan permanen, dibutuhkan anggaran sekitar Rp2 miliar, dengan asumsi panjang jembatan sekitar 15 meter dan lebar empat meter.

“Kalau panjangnya sekitar 15 meter dengan lebar empat meter, estimasi anggarannya sekitar Rp2 miliar. Tetapi kalau ukuran sebenarnya lebih besar, tentu kebutuhan anggarannya juga akan bertambah. Nanti akan kami cek kembali panjang jembatan di lapangan,” katanya.

Selain peningkatan jembatan, Pemkab Cianjur juga harus menyiapkan anggaran sekitar Rp12 miliar untuk memperbaiki sisa ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Cimaskara, Kecamatan Cibinong, dengan Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikadu.

Menurutnya, biaya pembangunan jalan diperkirakan mencapai Rp2,7 miliar hingga Rp3 miliar per kilometer, bergantung pada tingkat kerusakan di lapangan.

“Masih ada sekitar empat kilometer jalan yang kondisinya rusak dan membutuhkan penanganan. Dengan kebutuhan sekitar Rp2,7 miliar sampai Rp3 miliar per kilometer, total anggarannya kurang lebih Rp12 miliar,” papar Eri.

Dia menjelaskan, sebagian ruas jalan tersebut sebenarnya sudah mulai ditangani pada tahun ini dan akan berlanjut pada tahun anggaran berikutnya.

“Tahun ini ruas Cimaskara sampai Padasuka sedang dalam proses pembangunan dengan anggaran sekitar Rp12 miliar. Tahun depan dilanjutkan dari Padasuka ke arah Cikadu dengan anggaran sekitar Rp3 miliar. Setelah itu masih tersisa sekitar empat kilometer lagi yang membutuhkan anggaran kurang lebih Rp12 miliar,” katanya.

Eri menambahkan, usulan peningkatan jembatan dan perbaikan ruas jalan yang tersisa akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran pemerintah daerah.

“Kami akan mengkaji terlebih dahulu kemampuan anggarannya agar bisa diusulkan pada penganggaran berikutnya. Harapannya, target kemantapan jalan di Kabupaten Cianjur pada tahun depan dapat meningkat menjadi sekitar 82 persen, termasuk melalui perbaikan infrastruktur di wilayah pelosok,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, aksi nekat seorang pengemudi minibus yang melintasi jembatan gantung di Kampung Batu Bodas, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur, viral di media sosial. Padahal, jembatan tersebut hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua. (Cr1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *