CIANJUREKSPRES.ID – Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur menyoroti masih tingginya jumlah lulusan SMP yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 921 anak tercatat tidak meneruskan pendidikan setelah menyelesaikan jenjang SMP.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, Rustam Efendi menegaskan, angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan menjadi gambaran masih adanya anak-anak yang menghadapi berbagai hambatan untuk melanjutkan pendidikan.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tanpa terkendala persoalan ekonomi, keterbatasan akses sekolah, kondisi keluarga, maupun faktor lainnya.
“Kami mendorong pemerintah daerah, dalam hal ini Disdik bekerja sama dengan Dinsos, pihak sekolah, dan orang tua untuk segera memastikan penyebab dari 921 anak tersebut tidak melanjutkan sekolah, serta menyiapkan langkah konkret agar mereka dapat kembali memperoleh akses pendidikan,” ujarnya kepada Cianjur Ekspres, Rabu 30 September 2026.
Rustam menilai, penelusuran terhadap faktor penyebab anak tidak melanjutkan sekolah menjadi langkah penting agar penanganan yang dilakukan pemerintah tidak sebatas pendataan, tetapi benar-benar menyentuh persoalan yang dihadapi setiap anak.
Dia juga mendorong agar data tersebut ditindaklanjuti secara transparan dan disertai langkah nyata. Menurutnya, jangan sampai angka 921 hanya berakhir sebagai laporan administratif tanpa ada upaya untuk mengembalikan anak-anak tersebut ke jalur pendidikan.
“Di balik setiap angka terdapat anak, keluarga, dan masa depan yang perlu diperjuangkan. Pendidikan bukan hanya tentang menyelesaikan jenjang sekolah, tetapi memastikan setiap anak memiliki kesempatan untuk melanjutkan dan membangun masa depannya,” kata Rustam.
Rustam mengingatkan, pemerintah daerah perlu bergerak cepat agar persoalan tersebut tidak semakin berlarut. Sebab, keterlambatan dalam mengidentifikasi dan menangani penyebab anak putus sekolah berpotensi membuat mereka semakin jauh dari kesempatan memperoleh pendidikan.
“Jangan sampai kita baru sibuk membicarakan angka ketika anak-anak itu sudah kehilangan kesempatan,” pungkasnya.












