CIANJUREKSPRES.ID – Komite Sub DAS Cikundul bersama sejumlah komunitas melakukan aksi penanaman pohon dan operasi bersih (opsih) di aliran sungai Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Sabtu 2 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti Karang Taruna, Paguyuban Oesik, Viking Squad Cipanas, serta Pemerintah Desa.
Koordinator Komite Sub DAS Cikundul, Herry Trijoko, mengatakan, kegiatan edukasi penanaman pohon ini menjadi potret indah gotong royong modern. Karang Taruna RW 13 dan RW 14 berdiri di garda terdepan, membuktikan bahwa energi muda adalah motor penggerak perubahan.
“Mereka bahu-membahu dengan Pemerintah Desa Cipendawa yang memberikan dukungan penuh demi terciptanya lingkungan desa yang asri dan lestari,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Minggu 3 Mei 2026.
Namun, kata Herry, semangat ini tidak berhenti di lingkup formal saja. Kehadiran komunitas lokal memberikan warna yang luar biasa. Menurutnya, Paguyuban Oesik membawa kearifan lokal dan semangat kekeluargaan. Lalu Viking Squad Cipanas membuktikan bahwa loyalitas dan totalitas tidak hanya milik tribun stadion, tapi juga milik alam.
“SUB DAS Cikundul hadir dengan pakar dan praktisi yang memastikan bahwa setiap pohon yang ditanam memberikan dampak ekologis positif bagi Daerah Aliran Sungai,” paparnya.
Dia menegaskan, belajar bahwa menanam pohon adalah sebuah proses ilmiah sekaligus spiritual. Herry menjelaskan, Konservasi Air mempelajari bagaimana akar pohon menjadi spons alami yang menjaga ketersediaan air tanah di Cipendawa. Lalu Keseimbangan Ekosistem, dimana menanam pohon berarti menyediakan rumah bagi biodiversitas yang menjaga rantai makanan tetap stabil.
“Kemudian tentang Warisan Hidup, bahwa bangunan bisa runtuh dimakan zaman, namun hutan yang kita rintis hari ini akan terus tumbuh memberikan oksigen bagi anak cucu kita,” katanya.
”Alam tidak butuh manusia, manusialah yang butuh alam. Apa yang kita tanam hari ini adalah investasi paling berharga yang tidak bisa dinilai dengan angka, melainkan dengan keberlangsungan hidup,” sambung Herry.
Lebih lanjut dia mengatakan, kolaborasi antara Karang Taruna, Pemerintah Desa, Paguyuban Oesik, Viking Squad Cipanas, hingga SUB DAS Cikundul adalah bukti bahwa ketika bicara tentang lingkungan, tidak ada lagi sekat kelompok. Yang ada hanyalah satu identitas, Penjaga Alam Cipendawa.
”Mari terus rawat bibit yang telah kita tanam. Karena menanam adalah awal, sedangkan merawat adalah komitmen yang tak boleh usai,” kata Herry.












