CIANJUREKSPRES.ID – Kemunculan sosok menyerupai pocong yang sempat menggegerkan warga Desa Nanggalamekar, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, diduga bukan berkaitan dengan hal mistis. Aparat desa menduga kejadian tersebut merupakan modus pelaku kejahatan untuk mengalihkan perhatian warga, sebelum melancarkan aksi pencurian kendaraan bermotor.
Kepala Desa Nanggalamekar, Hilman, mengatakan, dugaan tersebut muncul setelah pihak desa menerima sejumlah laporan warga terkait kemunculan sosok mencurigakan di sekitar permukiman pada malam hari.
Menurutnya, informasi awal diterima dari seorang mantan ketua RW yang mendapat laporan langsung dari warga, yang melihat sosok berpakaian menyerupai pocong berada di dekat rumah penduduk.
“Laporan pertama kami terima dari warga yang melihat sosok menyerupai pocong pada Senin malam. Setelah ditelusuri, ada dugaan pelaku sedang mengincar kendaraan bermotor milik warga,” kata Hilman, Kamis 4 Juni 2026.
Dia menjelaskan, saat kejadian seorang perempuan yang berada di dalam rumah melihat sosok tersebut dari balik jendela. Tak lama kemudian, pemilik kendaraan keluar rumah untuk memasukkan sepeda motor yang masih terparkir di luar.
Ketika mengetahui keberadaannya terpantau warga, sosok yang diduga pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
“Awalnya warga juga belum yakin apakah itu benar pocong atau orang yang menyamar. Namun saat pemilik motor keluar rumah, sosok itu langsung kabur,” ujarnya.
Kabar kemunculan pocong tersebut kemudian dengan cepat menyebar di lingkungan warga melalui grup percakapan. Aparat desa bersama masyarakat sempat melakukan penyisiran di sejumlah titik yang dicurigai menjadi lokasi persembunyian pelaku, namun hasilnya nihil.
Dugaan bahwa peristiwa tersebut berkaitan dengan tindak kriminal semakin menguat setelah muncul informasi adanya rekaman kamera pengawas atau CCTV milik warga, yang memperlihatkan aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi.
“Dari informasi yang kami terima, ada CCTV yang merekam dua orang berboncengan sepeda motor tidak jauh dari tempat kejadian. Itu yang membuat dugaan mengarah ke upaya pencurian,” katanya.
Hilman menilai fenomena pocong-pocongan yang belakangan ramai diperbincangkan di sejumlah daerah, kemungkinan dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk menciptakan ketakutan di tengah masyarakat.
“Menurut saya ini bukan persoalan mistis. Bisa jadi ini modus baru untuk menakut-nakuti warga sehingga pelaku lebih leluasa menjalankan aksinya,” ungkapnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Desa Nanggalamekar langsung menginstruksikan para ketua RT untuk meningkatkan pengawasan lingkungan dan kembali mengaktifkan ronda malam.
“Kami sudah mengimbau seluruh RT dan warga agar meningkatkan kewaspadaan serta melaksanakan ronda sampai pagi untuk menjaga keamanan lingkungan,” tuturnya.
Dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu-isu mistis yang belum jelas kebenarannya. Menurutnya, kewaspadaan terhadap potensi kejahatan jauh lebih penting dibandingkan mempercayai kabar yang belum dapat dipastikan.
“Kami berharap warga tidak panik atau takut berlebihan. Yang terpenting adalah tetap waspada dan menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama,” kata Hilman.












