Jelang HJC ke-349, Stok Darah PMI Cianjur Masih Belum Aman

Jelang HJC ke-349. Persediaan darah di Kabupaten Cianjur dinilai masih belum aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (Foto: Cianjur Ekspres/Akmal Esa Nugraha)

CIANJUREKSPRES.ID – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur terus berupaya meningkatkan ketersediaan stok darah menjelang peringatan Hari Jadi Cianjur (HJC). Meski jumlah stok mulai mengalami peningkatan, persediaan darah dinilai masih belum berada pada kondisi ideal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ketua PMI Kabupaten Cianjur, Ahmad Fikri, mengatakan, saat ini stok darah yang tersedia berkisar 50 hingga 60 kantong per hari. Jumlah tersebut masih berada di bawah kebutuhan harian yang mencapai sekitar 100 kantong darah.

“Kalau dibilang aman banget memang belum. Saat ini stok darah per hari sekitar 50 sampai 60 labu, sementara kebutuhan idealnya sekitar 100 labu setiap hari,” ujarnya, Kamis 9 Juli 2026.

Menurutnya, peningkatan stok darah mulai terlihat dalam beberapa waktu terakhir berkat gencarnya kegiatan donor darah dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Sudah ada peningkatan dibanding sebelumnya karena kami terus mengencarkan kegiatan donor darah ke kelompok-kelompok pendonor. Selain itu kami juga terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada berbagai kalangan agar mengajukan kegiatan donor darah ke UTD PMI Cianjur sesuai jadwal yang tersedia,” katanya.

Dia menuturkan, dalam rangkaian Hari Jadi Cianjur, PMI juga akan membuka layanan donor darah di kawasan Pendopo Kabupaten Cianjur pada 12 Juli mendatang. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menambah stok darah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk rutin mendonorkan darah.

“Nanti pada hari jadi kami juga membuka stan donor darah di kawasan Pendopo. Kami berharap masyarakat dapat mendukung kegiatan tersebut agar ketersediaan darah di Kabupaten Cianjur kembali aman,” tutur Ahmad Fikri.

Dia menjelaskan, PMI tetap menargetkan ketersediaan minimal 100 kantong darah setiap hari. Pasalnya, kebutuhan darah untuk pasien, khususnya penderita talasemia, cukup tinggi.

“Target kami tetap setiap hari tersedia 100 kantong darah. Sebab kebutuhan yang sifatnya rutin, khususnya untuk pasien talasemia, bisa mencapai sekitar 60 kantong darah setiap hari,” jelasnya.

Ahmad Fikri mengimbau masyarakat agar tidak menunggu saat ada anggota keluarga atau kerabat yang membutuhkan darah baru mendonorkan darahnya.

“Seperti pepatah sedia payung sebelum hujan. Jangan sampai ketika membutuhkan darah baru merasa donor itu penting. Lebih baik donor darah dibiasakan dan dilakukan secara rutin. Setetes darah yang kita donorkan bisa menyelamatkan nyawa sesama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *