CIANJUREKSPRES.ID – Pemerintah Kabupaten Cianjur berjanji segera menangani jembatan putus di Sungai Cibuni, perbatasan antara Kecamatan Cijati dan Kadupandak, Kabupaten Cianjur.
Jembatan putus itu sempat viral ketika sejumlah siswa menggunakan rakit bambu buatan warga untuk menyeberangi Sungai Cibuni menuju ke sekolah.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, mengatakan proses pembangunan akan dilakukan secara bertahap dan kini sedang tahap pengajuan.
“Ya itu kita akan melaksanakan pembangunan tentunya dan saat ini sedang kita ajukan,” katanya, pada Senin, 8 Desember 2025.
Dia beharap pembangunan tersebut bisa dimulai tahun depan agar para pelajar dan warga tidak harus menyeberangi sungai menggunakan bambu rakit buatan lagi.
“Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa dimulai,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Kepala Sekolah MA Bojongmuti, Edi Wahyudi, mengatakan sejak Jembatan Cibuni putus, para siswa kesulitan untuk menuju ke sekolah, utamanya saat pagi hari.
“Kalau pagi-pagi mereka lewat sungai pakai rakit, gelap-gelapan, lebih berisiko. Apalagi banyak siswa dari seberang yang tidak memiliki kendaraan,” kata Edi saat ditemui di sekolah oleh Cianjur Ekspres pada Kamis, 4 Desember 2025.
Sejak jembatan ambruk akibat bencana pada tahun 2021, akses siswanya dari wilayah seberang ke sekolah menjadi terhambat, mereka terpaksa memutar jauh, atau menggunakan rakit buatan yang rawan, dengan waktu tempuh hingga setengah jam.
“Kalau mereka menggunakan rakit buatan itu untuk menyeberangi sungai Cibuni tentu keselamatan nya yang terancam apalagi dengan arus yang besar gitu saat hujan deras maupun sedang meluap, tetapi menempuh waktu sampai setengah jam. Lalu, kalau mereka memutar, jaraknya lebih jauh otomatis waktunya juga lebih lama. Kalau disuruh masuk jam 07.00 WIB saja sudah sulit, apalagi jam 06.30 WIB pagi,” katanya.












