Ini Sosok Nurjanah Tim Rescue Damkar Cianjur yang Evakuasi Sarang Tawon Vespa

Evakuasi Sarang Tawon Vespa
Tampak Sarang tawon vespa yang berada di permukiman warga tepatnya di Kampung Kopo, Desa Sukamanah, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur berhasil di evakuasi Tim Rescue Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur.(Dok. Damkar Cianjur)

CIANJUREKSPRES.ID – Sarang tawon vespa yang berada di permukiman warga tepatnya di Kampung Kopo, Desa Sukamanah, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur berhasil di evakuasi Tim Rescue Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur.

Keberhasilan evakuasi tawon vespa yang mengancam warga setempat tersebut, bukan ditangani petugas lak-laki, melainkan seorang perempuan.

Sosok perempuan tersebut adalah, Nurjanah (39) satu-satunya srikandi yang tercatat di Tim Rescue Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur.

Meski tidak pernah mendapatkan pelatihan khusus, Nurjanah tak pernah takut dan khawatir untuk berhadapan dengan serangga yang sangat berbahaya tersebut.

Nurjanah mengisahkan, dirinya mulai bekerja dan masuk sebagai petugas Damkar sejak tahun 2015 silam. Sedangkan masuk sebagai Tim Rescue pada 2016 lalu.

“Belum pernah ada pelatihan khusus. Awalnya sama teman diajak, lalu memperhatikan, belajar coba ternyata nyaman, dan enak juga jadi Tim Rescue, karena sering berdialog dengan masyarakat,” katanya.

Terakhir dirinya berhasil mengevakuasi sarang tawon vespa di Kampung Kopo, Desa Sukamanah, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur pada Sabtu (7/2) lalu.

Tak hanya tawon vespa, Nurjanah juga mampu mengevakuasi beberapa hewan liar lainnya, seperti ular berbagai jenis dan ukuran.

“Evakuasi sarang tawon kemarin bukan pertama kali, saya sudah sering mengevakuasi beberapa hewan dari permukiman warga, kaya ular. Mungkin sudah banyak ya,” katanya.

Saat mengevakuasi tawon vespa, dirinya tak membutuhkan peralatan khusus, ia hanya mengenakan wearpack atau pakaian pelindung damkar, helm, dan sarung tangan biasa.

“Kalau peralatan khusus gak ada, paling kita butuh botol aja untuk diisi bensin, lalu gergaji buat memotong sarang tawon vespanya,” katanya.

Hingga saat ini, mungkin sudah ada puluhan bahkan ratusan warga yang berhasil diselamatkan dari sengatan tawon vespa berkat Nurjanah. Namun hingga kini dirinya belum mendapatkan upah layak dari profesinya yang sangat berbahaya itu.

Dia saat ini tercatat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Padahal dirinya sudah mengabdi hampir selama 10 tahun.

“Kalo harapan saya, semoga aja dapat gaji yang lebih layak, karena gaji saat ini masih belum cukup bila dibandingkan dengan risiko yang besar. Semoga saja kedepannya bisa lebih dari sekarang, soalnya di Sukabumi saja, gajinya sudah mencapai Rp3 juta lebih,” kata Nurjanah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *