CIANJUREKSPRES.ID – Aktivitas pendakian di kawasan Gunung Gede Pangrango akan dihentikan sementara selama perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Selama masa penutupan, petugas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) akan meningkatkan pengawasan guna mengantisipasi adanya pendaki ilegal.
Humas BBTNGGP, Agus Deni, mengatakan, penutupan pendakian dilakukan berdasarkan Surat Edaran BBTNGGP Nomor 8 Tahun 2026. Kebijakan tersebut berlaku selama dua hari, yakni pada 27 hingga 28 Mei 2026.
“Pendakian ditutup sementara pada hari pelaksanaan Iduladha dan satu hari setelahnya,” katanya, Rabu 27 Mei 2026.
Menurutnya, penghentian sementara aktivitas pendakian dilakukan untuk mendukung pelaksanaan Hari Raya Iduladha sekaligus menjaga ketertiban di kawasan konservasi.
“Penutupan ini dilakukan dalam rangka mendukung kelancaran perayaan Iduladha serta menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango,” kata Agus.
Selama masa penutupan, BBTNGGP menyiagakan petugas di sejumlah pintu masuk dan jalur pendakian untuk mengantisipasi adanya pendaki yang mencoba masuk tanpa izin.
“Pengawasan akan diperketat di setiap jalur pendakian. Petugas sudah disiagakan untuk mencegah adanya pendakian ilegal selama masa penutupan,” ujarnya.
Agus menegaskan, pendaki yang tetap nekat memasuki kawasan taman nasional saat penutupan berlangsung akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kalau ada yang tetap memaksakan diri masuk saat penutupan, tentu akan diamankan petugas dan dikenakan sanksi sesuai aturan,” tegasnya.
Dia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang menawarkan jasa pendakian selama masa penutupan berlangsung.
“Jangan tergiur dengan oknum yang mengaku bisa meloloskan pendaki saat penutupan. Kalau ingin mendaki, lakukan pendaftaran melalui jalur resmi dan sesuai jadwal yang telah ditentukan,” kata Agus.
Dia menuturkan, seluruh calon pendaki diharapkan memanfaatkan sistem pendaftaran daring yang telah disediakan pengelola guna memastikan aktivitas pendakian berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur.
“Jadilah pendaki yang cerdas dengan melakukan pendaftaran melalui situs resmi dan mematuhi aturan yang berlaku,” tukasnya.












