Bisnis  

Direksi Perumdam Tirta Mukti Sampaikan Soal Penyertaan Modal Saat Raker dengan Komisi II DPRD Cianjur

Komisi II DPRD Cianjur
Komisi II DPRD Cianjur menggelar rapat kerja dengan jajaran direksi Perumdam Tirta Mukti Cianjur di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Senin 12 Januari 2026.(istimewa)

CIANJUREKSPRES.ID – Direksi Perumdam Tirta Mukti menyampaikan rencana pengajuan penyertaan modal dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi II DPRD Kabupaten Cianjur di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Senin 12 Januari 2026.

Direktur Utama Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Syamsul Hadi, mengatakan, pihaknya melalui pemerintah daerah sedang menjajaki Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) untuk penyertaan modal yang berlaku di 2027 selama lima tahun ke depan. Pasalnya, Perda Penyertaan Modal tahun 2021 sudah habis.

“Memang tadi ada beberapa masukan dan selaras dengan program kami, bahwa yang telah saya sampaikan sekarang tidak terlalu fokus dulu untuk menambah sambungan baru secara massif. Tapi kami dan barusan juga masukan dari Komisi II untuk mengoptimalkan dulu pelayanan yang sudah ada,” katanya kepada Cianjur Ekspres usai rapat kerja.

Hadi menyampaikan, pihaknya memiliki beberapa inovasi seperti menambah sumber mata air, dan mengoptimalkan air baku yang sudah ada. “Endingnya (akhir,red) nanti untuk lebih meningkatkan lagi distribusi air ke pelanggan,” katanya.

Dia mengungkapkan, rencananya penyertaan modal selama lima tahun ke depan sebesar Rp50 miliar, dimana pertahunnya di angka Rp10 miliar.

“Nanti untuk perincian dan lain-lain halnya mungkin kita sampaikan lebih lanjut. Barusan baru kita ekspose secara global saja, belum terperinci, karena ini masih berproses masih panjang prosesnya,” papar Hadi.

“Ini baru awal, iya Raperda itu baru diajukan melalui Bagian Ekonomi dan Bagian Hukum, dan urusan secara teknisnya kami jelaskan rencana-rencana tersebut,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cianjur, Aziz Muslim, menegaskan, bahwa pada dasarnya Komisi II sepakat dan setuju selama berbanding lurus dengan kualitas pelayanan dan pencapaian target dari sisi bisnisnya.

“Iya, itu (penyertaan modal,red) untuk per lima tahun Rp50 miliar. Sebenarnya selama bisa mempertanggungjawabkan dan berbanding lurus dengan pelayanan dan target pendapatan, kita setuju setuju saja. Kita belum lihat rencana investasi dari angka-angkanya, kita minta itu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *