Influenza A Belum Ditemukan di Cianjur, Warga Diminta Jaga Pola Hidup Sehat

CIANJUREKSPRES.ID – Puskesmas Cugenang hingga saat ini belum menemukan adanya kasus influenza tipe A di wilayah kerjanya. Masyarakat diminta tetap menjaga kesehatan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama di tengah perubahan cuaca.

Kepala UPTD Puskesmas Cugenang, Alit Sulastri mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan adanya kasus influenza tipe A karena diperlukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan jenis penyakit yang diderita pasien.

“Di Puskesmas Cugenang belum ada temuan terkait influenza tipe A. Kalau pun ada, perlu pemeriksaan secara menyeluruh agar lebih jelas,” ucapnya.

Menurut dia, keluhan flu yang ditemukan di masyarakat saat ini masih ditangani sebagai flu biasa. Perubahan cuaca juga dinilai dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat.

“Puskesmas Cugenang hanya menangani flu biasa pada saat ini,” kata Alit.

Influenza atau flu musiman dapat disebabkan oleh virus influenza tipe A maupun B. Keduanya dapat menginfeksi manusia dan menimbulkan gejala seperti demam, batuk, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, sakit tenggorokan, serta hidung berair.

Berdasarkan informasi Kementerian Kesehatan melalui laman Ayo Sehat, terdapat empat tipe virus influenza, yakni A, B, C, dan D. Influenza tipe A dan B merupakan jenis yang paling umum menyebabkan wabah pada manusia. Di Indonesia, influenza tipe A disebut paling sering menjadi penyebab flu musiman.

Meski berbeda tipe, gejala influenza A dan B umumnya serupa. Gejala dapat muncul secara tiba-tiba setelah masa inkubasi sekitar satu hingga empat hari, dengan rata-rata dua hari. Batuk juga dapat berlangsung cukup lama, bahkan hingga dua minggu atau lebih.

Sebagian besar penderita influenza dapat sembuh sendiri dalam waktu sekitar satu minggu tanpa memerlukan perawatan khusus. Namun, penyakit tersebut dapat berkembang menjadi berat pada kelompok berisiko tinggi, seperti ibu hamil, anak-anak berusia di bawah lima tahun, lansia berusia 65 tahun ke atas, serta orang dengan penyakit kronis, di antaranya asma, penyakit jantung, penyakit paru-paru, diabetes, dan HIV/AIDS.

Alit menuturkan, meski belum ada imbauan khusus dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur terkait influenza A, pihaknya telah memperoleh informasi mengenai pencegahan influenza dari Kementerian Kesehatan melalui media sosial.

Puskesmas Cugenang, kata dia, juga rutin memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan penyakit menular. Salah satunya melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat serta cuci tangan pakai sabun (CTPS).

Jika ada pasien berkunjung ditanya keluhan batuk flu berat petugas langsung memberi masker pada pasien tersebut.

“Setiap hari ada penyuluhan di dalam gedung terkait pencegahan penyakit menular, salah satunya edukasi CTPS dan pola hidup sehat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Javed Sumawe Mataputung mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima surat dari Kementerian Kesehatan terkait influenza A.

“Kalau di Cianjur, sampai hari ini kami belum menerima laporan terkait adanya pasien suspek influenza A,” ujarnya.

Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Faskes) sudah dihimbau untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar meningkatkan pola hidup sehat serta menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh.

“Untuk pelaporan secara real time, mohon dapat dilakukan melalui link yang telah disediakan,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *