Damkar Cianjur Siaga 24 Jam Antisipasi Kebakaran Saat Lebaran 2026

Damkar Cianjur Siaga 24 Jam Antisipasi Kebakaran Saat Lebaran 2026
Suasana di Pos WMK 1 Cilaku. (Foto: Cianjur Ekspres/Akmal Esa Nugraha)

CIANJUREKSPRES.ID – Menghadapi kondisi cuaca ekstrem di musim kemarau serta meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Lebaran 2026, petugas pemadam kebakaran di Kabupaten Cianjur meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi kebakaran.

Kasi Damkar Kabupaten Cianjur, Budianto, mengatakan seluruh personel dan armada saat ini disiagakan penuh selama 24 jam tanpa henti.

“Kami selalu siaga 24 jam, baik dari cuaca ekstrem seperti angin kencang dan hujan, maupun saat kondisi normal. Tidak ada istilah work from home (WFH), semua tetap standby,” katanya, pada Kamis, 19 Maret 2026.

Menurutnya, seluruh markas komando (mako)dan pos wilayah manajemen kebakaran (WMK) di Cianjur bersiaga penuh, sehingga respons terhadap kejadian bisa dilakukan dengan cepat.

“Kami sudah siapkan personel di setiap wilayah. Armada juga dipastikan dalam kondisi baik, karena itu menjadi andalan utama kami dalam penanganan kebakaran,” katanya.

Selain itu, dia juga memastikan ketersediaan pasokan air untuk mendukung proses pemadaman. Maka dari itu, pihaknya berkoordinasi dengan dinas terkait.

“Untuk suplai air kami dibantu oleh Dinas Perkim. Jadi kalau ada kekurangan kami bisa langsung koordinasi,” katanya.

Dia menjelaskan, wilayah yang rawan kebakaran saat ini masih didominasi oleh kawasan permukiman, khususnya di wilayah perkotaan Cianjur.

Meski begitu, potensi kebakaran juga tersebar di beberapa daerah Cianjur bagian selatan, seperti Kecamatan Campaka dan Sindangbarang.

“Untuk sementara wilayah Cianjur kota masih cukup rawan, tapi kejadian juga tersebar di beberapa wilayah lain, seperti Cianjur selatan contohnya kaya di Campaka dan Sindangbarang,” katanya.

Dia menambahkan, penyebab kebakaran umumnya berasal dari korsleting listrik serta penggunaan kompor gas, termasuk kompor portable.

“Biasanya dari korsleting listrik atau kompor gas. Kemarin juga ada yang dari kompor portable yang meledak,” katanya.

Dalam rangka mengantisipasi risiko kebakaran saat musim mudik Lebaran, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sampai tingkat desa, termasuk simulasi penanganan kebakaran.

“Kami rutin sosialisasi dan simulasi, agar masyarakat tidak panik saat terjadi kebakaran dan tahu langkah awal penanganannya,” katanya.

Selain itu, dia juga mengimbau masyarakat yang akan meninggalkan rumah untuk mudik agar memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman.

“Kalau mau mudik, pastikan sambungan listrik dicabut, dan tabung gas dilepas dari kompor. Itu penting untuk mencegah kebakaran,” katanya.

Dia juga mengingatkan masyarakat untuk segera menghubungi layanan darurat jika terjadi kebakaran.

“Bisa langsung hubungi 112. Itu sudah terintegrasi dengan layanan darurat lainnya. Intinya masyarakat harus lebih hati-hati dan waspada, terutama saat meninggalkan rumah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *