CIANJUREKSPRES.ID – Puluhan sopir elf di Kabupaten Cianjur mengeluhkan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi jenis Biosolar. Mereka pun terpaksa membeli solar eceran. Seperti yang diutarakan, Andri Wiguna (33) sopir elf trayek Cianjur-Sindangbarang.
Dia mengungkapkan, sudah hampir selama dua bulan terakhir Solar Subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Cianjur sampai Cianjur Selatan sangat sulit didapatkan.
“Selama dua bulan itu, saya dan para sopir elf lainnya terpaksa harus mengantre selama beberapa jam, bahkan ada yang sampai menginap di SPBU demi mendapatkan Solar Subsidi,” katanya, Senin 22 Juni 2026.
Menurutnya, kebutuhan Solar yang dibutuhkannya tersebut untuk mengisi mobil elf yang mengangkut penumpang setiap hari.
“Saya kan mobil umum, sedangkan penumpang selalu tak mau tahu. Kalau harus mengantre lama di SPBU, kasian juga penumpang. Ketika pun ada, stok Solar yang ada di SPBU dalam hitungan jam sudah habis,” ucap Andri.
Dia pun terpaksa harus membeli Solar eceran dengan harga Rp9 ribu per liter, hingga Rp11 ribu per liter. Sehingga biaya untuk membeli Solar dari Cianjur menuju Sindangbarang jadi Rp300 ribu per liter.
“Kalau ngisi Solar di SPBU untuk satu kali narik penumpang, cukup dengan Rp220 ribu maksimal Rp230 ribu. Disisi lain, kita juga dilema apabila harus menaikkan tarif. Saat ini untuk tarifnya masih tetap seharga Rp60 ribu,” kata Andri.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Elf Cianjur, Dedi Suherlan, membenarkan kondisi tersebut. Dia mengatakan, saat ini sopir elf trayek Terminal Pasir Hayam-Cianjur Selatan sedang kesulitan mendapatkan Solar Subsidi selama dua bulan terakhir.
“Hampir semua SPBU yang ada di Cianjur selalu habis, dengan alasan ada keterlambatan pengiriman. Akibatnya para sopir elf harus membeli Solar Subsidi ke wilayah perbatasan,” katanya.
Terpisah, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DPC Kabupaten Cianjur, Hedi Boy, menegaskan, pihaknya akan segera mengecek ke lapangan terkait kelangkaan solar di sejumlah SPBU.
“Kami akan cek dulu ke lapangan, dan segera berkoordinasi dengan Pertamina. Jika memang harus ada penambahan stok dalam pengiriman kita akan segera meminta tambahan ke Pertamina,” pungkasnya.












