Bisnis  

Cakupan Layanan Air Bersih Perumdam Tirta Mukti Cianjur Baru Menyasar 180 Ribu Jiwa

Cakupan Layanan Air Bersih Perumdam Tirta Mukti Cianjur Baru Menyasar 180 Ribu Jiwa
Cakupan Layanan Air Bersih Perumdam Tirta Mukti Cianjur Baru Menyasar 180 Ribu Jiwa.(Dok.Perumdam Tirta Mukti Cianjur)

CIANJUREKSPRES.ID – Cakupan pelayanan air bersih Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti Kabupaten Cianjur baru mencapai sekitar 12,5 persen, dari total jumlah penduduk Kabupaten Cianjur.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan dalam memperluas akses air bersih hingga ke pelosok wilayah.

Direktur Utama Perumdam Tirta Mukti Cianjur, Syamsul Hadi, melalui Direktur Teknik (Dirtek), Mochamad Yudi Haryadi, mengatakan, dari total penduduk Cianjur yang diperkirakan mencapai 2,5 juta jiwa, saat ini jumlah pelanggan aktif baru sekitar 43 ribu sambungan.

“Kalau untuk cakupan secara keseluruhan se-Kabupaten Cianjur, Perumdam baru mencapai sekitar 12,5 persen. Dengan jumlah pelanggan aktif kurang lebih 43 ribu, jika dikalikan rata-rata empat orang per pelanggan, baru sekitar 180 ribu jiwa yang terlayani,” ujar Yudi kepada Cianjur Ekspres, Jumat 6 November 2026.

Dia mengungkapkan, salah satu wilayah yang masih mengalami persoalan pasokan air bersih cukup serius berada di Kecamatan Ciranjang. Hal itu lantaran sumber air baku di wilayah tersebut berasal dari air permukaan atau sungai, yang harus melalui proses pengolahan terlebih dahulu sebelum didistribusikan kepada pelanggan.

Menurutnya, kondisi debit air Sungai Citarum yang saat ini mengalami penyusutan akibat musim kemarau turut berdampak terhadap operasional pelayanan. Bahkan, dalam kondisi tertentu, sumber air tersebut hampir mengalami kekeringan sehingga menghambat proses produksi dan distribusi air bersih.

“Wilayah yang paling terasa kekurangan pasokan itu Ciranjang. Karena sumber airnya dari air permukaan, dari sungai yang harus kita olah dulu. Sekarang sungainya kering, bahkan hampir kering, sehingga terkadang kita juga tidak bisa beroperasi,” jelasnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut sekaligus meningkatkan cakupan pelayanan, Perumdam Tirta Mukti saat ini tengah melakukan ekspansi dengan mencari sumber-sumber air baku baru. Upaya tersebut dilakukan untuk menambah kapasitas pelayanan, khususnya di wilayah pelosok dan daerah yang selama ini masih mengalami keterbatasan pasokan.

Yudi menyebutkan, pencarian sumber air alternatif akan dilakukan dengan memanfaatkan potensi mata air maupun sumber air lainnya yang memiliki debit mencukupi untuk dikelola dan didistribusikan kepada masyarakat.

Sementara itu, terkait keluhan pelanggan, pihaknya mengakui bahwa pengaduan yang masuk sudah tersedia dalam data perusahaan, meskipun rekapitulasi jumlah keseluruhannya belum selesai dilakukan. Adapun keluhan yang paling sering disampaikan pelanggan berkaitan dengan aliran air yang tidak lancar.

Namun, menurut Yudi, tidak seluruh gangguan tersebut disebabkan oleh jaringan distribusi milik Perumdam. Dalam sejumlah kasus, kendala justru terjadi pada instalasi atau jaringan pipa di dalam rumah pelanggan, seperti adanya penyumbatan yang menghambat aliran air.

Di tengah kondisi musim kemarau dengan intensitas hujan yang belum signifikan, pihaknya juga mengimbau pelanggan agar dapat menampung persediaan air ketika distribusi sedang mengalir. Langkah tersebut dinilai penting sebagai antisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi gangguan pasokan akibat keterbatasan sumber air baku.

“Khusus untuk pelanggan, agar distribusi air bisa berkesinambungan, apalagi masih masuk musim kemarau dan hujannya belum terlalu signifikan, ketika air mengalir agar bisa menampung sebanyak-banyaknya. Jadi, ketika ada kendala, pelanggan tidak terlalu khawatir,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *