Peternakan Terpadu DPKHP Cianjur di Campaka Fokus Optimalisasi Populasi Sapi Perah dan Ayam

Peternakan Terpadu DPKHP di Campaka Cianjur Fokus Optimalisasi Populasi Sapi Perah dan Ayam
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur terus mengoptimalkan fasilitas peternakan terpadu yang berlokasi di Kampung Cikekep, Desa Cidadap, Kecamatan Campaka.(Dok. DPKHP Cianjur)

CIANJUREKSPRES.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur terus mengoptimalkan fasilitas peternakan terpadu yang berlokasi di Kampung Cikekep, Desa Cidadap, Kecamatan Campaka. Saat ini, kawasan peternakan tersebut masih berada dalam tahap pengembangan sarana dan prasarana serta penambahan populasi ternak.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Perikanan (DPKHP) Kabupaten Cianjur, M. Agung, mengungkapkan bahwa sektor peternakan membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua tahun untuk dapat berjalan optimal.

“Untuk peternakan terpadu saat ini kami masih terus melengkapi sarananya. Pembangunan kandang anakan sapi (pedet) sedang berjalan dan belum selesai. Sementara untuk komoditas ayam, kami mulai memasuki proses penetasan menggunakan mesin tetas maupun penetasan secara alami,” ujarnya kepada Cianjur Ekspres, Sabtu 31 Oktober 2026.

Saat ini, kawasan peternakan terpadu tersebut menampung 15 ekor sapi perah induk serta 12 ekor anak sapi (pedet) yang terdiri dari 6 ekor jantan dan 6 ekor betina. Untuk komoditas ayam buras/kampung, terdapat 200 ekor induk ayam, dan 43 ekor ayam jantan. Dari total induk ayam tersebut, 16 ekor sedang mengeram dan juga proses penetasan dengan menggunakan mesin tetas berkapasitas 100 butir dan 50 butir.

Mengenai pemanfaatan hasil ternak, Agung menjelaskan bahwa produksi susu saat ini difokuskan sepenuhnya untuk kebutuhan nutrisi anak sapi agar tumbuh kembangnya optimal. Selain itu, bibit anakan sapi juga belum didistribusikan kepada masyarakat umum demi menjaga tingkat keberhasilan budidaya.

“Hasil anakan sapi belum kami bagikan ke masyarakat karena risiko kematian pada pedet masih tinggi. Jika nanti diserahkan ke warga, sapinya harus sudah siap dan berusia dewasa. Berbeda dengan perikanan, siklus peternakan memang memakan waktu lebih lama. Penetasan telur ayam butuh waktu 21 hari, sedangkan sapi memerlukan waktu 1 hingga 1,5 tahun untuk membesar dan siap,” tuturnya.

Meski masih dalam tahap pengembangbiakan, keberadaan peternakan terpadu ini telah memberikan manfaat sosial bagi warga sekitar. Pada momen-momen tertentu, seperti peringatan Maulid Nabi, pihak pengelola menyalurkan bantuan telur kepada masjid-masjid terdekat serta warga yang berkunjung ke area peternakan.

Penulis: Herry FebriyantoEditor: Herry Febriyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *