Wakil Panglima TNI Resmikan Koperasi Desa Merah Putih di Haurwangi Cianjur

Wakil Panglima TNI Resmikan Koperasi Desa Merah Putih di Haurwangi
Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, didampingi Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian dan Kapolres Cianjur AKBP Dr. Akhmad Alexander Yurikho Hadi saat meninjau dan meresmikan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Selasa 20 Januari 2026. (Foto: Cianjur Ekspres/M Nursidin)

CIANJUREKSPRES.ID – Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, meresmikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Selasa 20 Januari 2026.

Berdasarkan pantauan Cianjur Ekspres, peresmian Koperasi Desa Merah Putih tersebut dihadiri Kapolres Cianjur AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, serta unsur Forkopimda dan pejabat terkait lainnya.

Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, mengatakan, kunjungan Wakil Panglima TNI merupakan bentuk perhatian dan dukungan terhadap pengembangan koperasi desa di Kabupaten Cianjur. Dia menyebutkan, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu menjadi penggerak perekonomian masyarakat.

“Beliau mengapresiasi apa yang telah dilaksanakan di Kabupaten Cianjur, khususnya sinergi Forkopimda dalam pembangunan dan operasional koperasi desa dan kelurahan. Harapannya, koperasi ini dapat berjalan optimal dan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya kepada wartawan.

Dia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Cianjur menargetkan seluruh desa memiliki koperasi yang aktif dan dikelola dengan baik. Saat ini, tercatat sekitar 150 koperasi desa di Cianjur telah memasuki tahap pembangunan maupun sudah beroperasi.

Sementara itu, Kepala Desa Haurwangi, Dede Supyanudin, menilai peresmian KDKMP menjadi momentum penting bagi desanya. Menurutnya, kehadiran koperasi ini menjadi simbol semangat kemandirian dan kebangkitan ekonomi desa.

“Bagi Desa Haurwangi, ini merupakan sebuah anugerah dan motivasi besar agar koperasi benar-benar menjadi sarana mewujudkan desa yang mandiri dan berdikari,” katanya.

Dia menjelaskan, pembangunan KDKMP di Desa Haurwangi berlangsung sekitar 75 hari. Pembangunan tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk dukungan TNI melalui program Agrenas, serta partisipasi aktif masyarakat melalui semangat gotong royong.

“Gotong royong kami bangun melalui tiga skema, yakni partisipasi masyarakat melalui RT dan RW, kontribusi anggota koperasi yang sudah terdaftar, serta dukungan dari pemerintah desa,” jelas Dede.

Dede menegaskan, keberadaan koperasi desa sejalan dengan kebijakan nasional dalam memperkuat kedaulatan ekonomi dari tingkat desa. Dia berharap seluruh potensi yang ada di Desa Haurwangi dapat dimanfaatkan secara maksimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Filosofinya, desa harus menjadi sumber cahaya yang menerangi kota. Tinggal bagaimana kami sebagai pemerintah desa bersama pengurus koperasi dan masyarakat mengelola potensi desa untuk kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *