CIANJUREKSPRES.ID – Ribuan anggota Palang Merah Remaja (PMR) tingkat SMP dan SMA/SMK dari berbagai wilayah di Kabupaten Cianjur mengikuti kegiatan pelatihan dan pelantikan di Bumi Perkemahan Mandala Kitri Cibodas, Kecamatan Cipanas, Jumat 18 September 2026.
Kegiatan yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur tersebut diikuti sekitar 4.000 peserta dari lebih dari 60 sekolah. Selain peserta, terdapat lebih dari 200 orang pendamping yang turut mengikuti kegiatan.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian dalam sambutannya menyampaikan kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para pelajar untuk membentuk karakter, meningkatkan kedisiplinan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Menurutnya, kegiatan kepalangmerahan tidak hanya memberikan pengalaman bagi pelajar, tetapi juga membentuk sikap tanggap, solidaritas, dan semangat membantu orang lain.
“Harapannya anak-anak kita, siswa-siswi kita di Kabupaten Cianjur bisa mengembangkan karakternya, mengasah kedisiplinan sekaligus kepeduliannya terhadap sesama,” kata Wahyu.
Dia menambahkan, kegiatan tersebut diikuti peserta dari seluruh kecamatan di Kabupaten Cianjur. Menurutnya, penerapan pola hidup sehat juga perlu dimulai dari diri sendiri, keluarga, kemudian ditularkan kepada lingkungan sekitar.
“Dengan kegiatan ini mudah-mudahan mereka menjadi orang-orang yang siap dan selalu siaga dalam aksi kemanusiaan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Cianjur, Ahmad Fikri mengatakan, jumlah peserta tahun ini dibatasi dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 7.000 peserta.
“Untuk peserta sekitar 4.000 dari tingkat SMP, SMA/SMK. Untuk pendampingnya sekitar 200 lebih,” kata Ahmad Fikri kepada wartawan.
Menurutnya, pembatasan jumlah peserta dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas lokasi kegiatan serta aspek keselamatan, terutama berkaitan dengan proses evakuasi apabila terjadi kondisi darurat selama kegiatan berlangsung.
“Pertama karena lokasinya tidak bisa menampung. Kita juga mempertimbangkan beberapa faktor, termasuk ketika ada evakuasi setelah mereka melakukan berbagai kegiatan pelatihan selama tiga hari ke depan,” ujarnya.
Ahmad menjelaskan, kegiatan tersebut berlangsung mulai Jumat hingga Minggu 20 September 2026 dengan berbagai materi, di antaranya pertolongan pertama, pelatihan tandu, seni dan budaya, serta program baru berupa pelatihan pelaporan. Peserta diajarkan melakukan pendataan dan menyusunnya dalam bentuk laporan seperti yang dilakukan para wartawan.
“Kita harapkan dari ribuan peserta ini selain menjadi duta kebersihan, juga menjadi duta relawan di masing-masing tempat tinggal mereka. Apa yang sudah mereka dapatkan bisa diterapkan di lingkungan,” katanya.
Dengan keterampilan tersebut, anggota PMR diharapkan mampu memberikan pertolongan awal ketika terjadi kondisi darurat sebelum tenaga medis datang. PMI juga berencana menggelar kegiatan serupa di wilayah Cianjur Selatan, sehingga pembinaan PMR tidak hanya terpusat di wilayah utara.












