CIANJUREKSPRES.ID – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur terus mendorong percepatan rehabilitasi ruang kelas SD dan SMP yang mengalami kerusakan di berbagai wilayah.
Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, mengatakan, pihaknya telah memetakan kebutuhan rehabilitasi ruang kelas berdasarkan data yang dimiliki dan melaporkannya kepada pimpinan sebagai dasar pelaksanaan pembangunan secara bertahap setiap tahun anggaran.
“Perlu disampaikan bahwa Dinas Pendidikan sudah memberikan gambaran terkait jumlah ruang kelas yang ada di Kabupaten Cianjur. Kami juga sudah memberikan laporan kepada pimpinan mengenai pemetaan yang akan dilaksanakan progresnya setiap tahun anggaran,” ujar Ruhli kepada Cianjur Ekspres, Selasa 2 Juni 2026.
Menurutnya, pada tahun 2025 lalu Disdikpora berhasil membangun dan merehabilitasi sebanyak 444 ruang kelas.
Pembangunan tersebut didanai dari berbagai sumber, mulai dari Dana Alokasi Umum (DAU), bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui program revitalisasi, hingga dana Corporate Social Responsibility (CSR).
“Alhamdulillah tahun 2025 kemarin dari berbagai sumber, kami telah membangun ruang kelas secara keseluruhan sebanyak 444 ruang kelas yang bersumber dari DAU, provinsi, APBN melalui dana revitalisasi, dan CSR,” katanya.
Ruhli optimistis pada tahun 2026 jumlah ruang kelas yang direhabilitasi maupun dibangun dapat menyamai bahkan melampaui capaian tahun sebelumnya.
“Kita yakin untuk tahun 2026 mudah-mudahan minimal seperti tahun kemarin, bahkan bisa lebih,” ucapnya.
Dia menambahkan, saat ini alokasi anggaran yang bersumber dari DAU untuk rehabilitasi ruang kelas di Kabupaten Cianjur mencapai sekitar Rp10 miliar.
Anggaran tersebut akan difokuskan untuk menangani ruang kelas yang membutuhkan perbaikan agar proses belajar mengajar berjalan lebih nyaman dan aman bagi siswa maupun tenaga pendidik.












