CIANJUREKSPRES.ID – SMAN 2 Cianjur menggelar kegiatan kokurikuler Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) bagi siswa kelas X dengan tema “Menciptakan Pemimpin dengan Karakter Pancasila”. Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan SMAN 2 Cianjur pada 29 Agustus hingga 4 September 2026.
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 550 siswa kelas X. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kalender pendidikan dan jadwal libur sekolah.
Koordinator Kokurikuler Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) SMAN 2 Cianjur, Jejen, menjelaskan, terdapat tiga muatan kurikulum yang wajib diikuti siswa SMAN 2 Cianjur, yakni intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
“Intrakurikuler merupakan kegiatan pembelajaran mata pelajaran seperti yang selama ini dilaksanakan di sekolah. Sementara kokurikuler merupakan kegiatan yang mengintegrasikan sejumlah muatan pembelajaran ke dalam sebuah kegiatan dengan tujuan yang tetap mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL),” jelasnya kepada Cianjur Ekspres, Senin 31 Agustus 2026.
Sementara itu, ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang ditujukan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa, seperti olahraga basket dan berbagai kegiatan lainnya.
Jejen mengatakan, pada 2026 SMAN 2 Cianjur dianjurkan melaksanakan kegiatan kokurikuler bagi siswa kelas X dengan mengangkat tema pendidikan karakter. Kegiatan tersebut diharapkan mampu membentuk siswa yang disiplin, mandiri, serta memiliki jiwa nasionalisme.
“Kami berharap melalui kegiatan ini dapat membentuk karakter siswa yang disiplin, mandiri, kemudian juga memiliki jiwa nasionalisme yang bagus. Ini juga sesuai dengan tuntutan SKL sekolah,” katanya.
Selain penguatan pendidikan karakter, kegiatan tersebut diarahkan untuk mendukung pencapaian sejumlah kompetensi lulusan. Di antaranya memiliki kebugaran, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta memiliki kemandirian.
Dalam pelaksanaannya, SMAN 2 Cianjur menghadirkan sejumlah pemateri dari berbagai instansi dan kalangan profesional. Mereka berasal dari Kodim 0608/Cianjur, Polres Cianjur, Badan Narkotika Nasional (BNN), hingga praktisi teknologi informasi.
“Materi dari Kodim membahas mengenai bela negara. Dari kepolisian memberikan pemahaman tentang etika berlalu lintas. BNN memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, sementara praktisi teknologi informasi memberikan materi mengenai peran teknologi informasi dalam meningkatkan nasionalisme,” papar Jejen.
Dia berharap, kegiatan kokurikuler tersebut tidak hanya memberikan pemahaman kepada siswa, tetapi juga mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pascakegiatan kokurikuler ini, harapannya anak-anak menjadi lebih disiplin, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan memiliki kemandirian,” pungkasnya.












