CIANJUREKSPRES.ID – Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian memastikan pemerintah daerah (Pemda) akan terus mengawal agar bantuan bagi korban pergeseran tanah yang ada di Kabupaten Cianjur bisa tersalurkan meski terjadi dinamika pergantian pimpinan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Mengingat sekarang ada dinamika tentunya di BNPB dengan pergantian pimpinan, kami juga terus mengawal agar bantuan untuk para korban pergeseran tanah yang ada di Kabupaten Cianjur bisa tersalurkan,” ujar Wahyu kepada wartawan di Pendopo Cianjur, Jumat 16 Oktober 2026.
Wahyu menjelaskan, pihaknya telah melakukan audiensi dengan pimpinan BNPB sebelumnya dan informasinya akan segera ditindaklanjuti, sehingga pemerintah daerah juga melakukan persiapan terkait dengan syarat dan prasyarat yang dibutuhkan.
“Harapannya kita bisa melakukan percepatan karena sudah banyak sekali masyarakat yang menunggu, dan kekuatan anggaran pemerintah daerah tentunya kita sadar diri memiliki banyak keterbatasan. Oleh karena itu, mudah-mudahan ikhtiar kita untuk beraudiensi dengan BNPB ini bisa membuahkan hasil yang maksimal,” katanya.
Dia mengungkapkan, terkait dengan skema pencairan bantuan dulu sempat diajukan Dana Siap Pakai (DSP). Namun di tengah perjalanan berubah mekanismenya menjadi hibah.
“Tapi setelah pertemuan kemarin terakhir, menjadi DSP kembali. Jadi nanti penyaluran langsung oleh BNPB, kita sebagai pemerintah daerah adalah penerima manfaat, lalu juga didahulukan yang rusak berat,” tutur Wahyu.
Lebih lanjut Wahyu menegaskan, Kabupaten Cianjur memiliki banyak instrumen agar bencana pergeseran tanah bisa tertangani dengan lebih, termasuk mendorong percepatan dalam penyaluran bantuan dari BNPB dengan memperkuat kolaborasi bersama perwakilan masyarakat Cianjur di tingkat pusat. Salah satunya melalui anggota DPR RI Komisi VIII, Isfhan Taufik Munggaran yang membidangi masalah kebencanaan.
“Selain ada pemerintah daerah, juga ada perwakilan dari masyarakat Cianjur melalui dewan DPR RI, Pak Isfhan yang saat ini kebetulan di Komisi VIII terkait dengan kebencanaan. Kita bersama-sama tentunya dengan tujuan agar kejadian pergeseran tanah di Kabupaten Cianjur itu bisa tertangani dengan lebih baik, dan kita mendorong adanya percepatan dalam penyaluran bantuan dari BNPB,” pungkasnya.
Dilansir dari akun instagram @dr.mohammadwahyu, pada Selasa 13 Oktober 2026, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian didampingi Anggota Komisi VIII DPR RI, Isfhan Taufik Munggaran beserta jajaran dari BPBD Kabupaten Cianjur melakukan audiensi dengan BNPB.
Audiensi tersebut dalam rangka penanganan pascabencana yang melanda Kabupaten Cianjur pada Desember 2024. Setidaknya terdapat 4.000 warga Kabupaten Cianjur yang terdampak bencana alam banjir, pergerakan tanah, longsor dan cuaca ekstrem.
Pertemuan tersebut membuahkan hasil yang positif, BNPB, DPR RI dan Pemerintah Kabupaten Cianjur akan segera melakukan relokasi dan juga rehabilitasi serta renovasi bagi warga serta rumah warga yang terdampak bencana.
Adapun bantuan rehabilitasi sebanyak 506 unit untuk rumah rusak berat, 720 unit untuk rusak sedang, dan 2.487 untuk rusak ringan. Sedangkan untuk bantuan relokasi terpadu sebanyak 355 unit, dan 29 unit untuk relokasi mandiri.












