CIANJUREKSPRES.ID – Pos Pengamatan Gunung Api Gede – Pangrango mencatat ada 20 kali terjadi aktivitas kegempaan, dan didominasi gempa tektonik jauh.
Meski demikian, status Gunung Gede-Pangrango berada di Level I atau normal. Namun masyarakat dan pengunjung diminta tidak mendekati dan bermalam di kawah Gunung Gede dalam radius 600 meter, Rabu 3 Desember 2025.
Berdasarkan data yang diperoleh dari https://magma.esdm.go.id, pada Selasa 25 November 2025 mengalami 3 kali gempa tektonik jauh.
Lalu, pada Rabu 26 November 2025, aktivitas kegempaan tercatat ada 3 kali, terdiri dari 1 kali gempa vulkanik dalam, 1 kali tektonik lokal, dan 1 kali tektonik jauh.
Sedangkan pada Kamis 27 November 2025, Pos Pengamatan Gunung Api Gede-Pangrango mencatat ada 5 kali kegempaan, 4 diantaranya tektonik jauh, dan 1 kali tektonik lokal.
Aktivitas kegempaan Gunung Gede-Pangrango mengalami peningkatan dari sebelumnya, pada Jumat 28 November 2025 terjadi 8 kali kegempaan.
Dari 8 kali kegempaan itu, terdiri dari 2 kali vulkanik dalam Amplitudo : 3-7 mm, S-P : 0.5 detik, 1 kali tektonik lokal, dan 5 kalo tektonik jauh dengan amplitudo : 3-48 mm, S-P : 12-20 detik, berdurasi sekitar 75 sampai 170 detik.
Sesuai data terbaru pada Selasa 2 Desember 2025 Gunung Gede tercatat mengalami 1 kali gempa tektonik jauh.












