Realisasi Investasi Kuartal I 2026 Lampaui Target, Pemerintah Catat Pertumbuhan Positif

Prabowo

CIANJUREKSPRES.ID- Presiden Prabowo Subianto menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengenai capaian realisasi investasi pada kuartal pertama tahun 2026. Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa nilai investasi berhasil mencapai Rp498,79 triliun, atau melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp497 triliun dengan capaian 100,36 persen.

Rosan menjelaskan bahwa capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 7,22 persen secara tahunan (year on year). Selain itu, investasi yang masuk juga berkontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, dengan total mencapai 706.569 orang atau meningkat 18,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi komposisi, investasi menunjukkan keseimbangan antara penanaman modal dalam negeri dan asing. Nilai investasi asing tercatat sebesar Rp249,94 triliun. Sementara itu, distribusi investasi antarwilayah juga relatif merata, dengan kontribusi luar Pulau Jawa sebesar 50,37 persen dan Pulau Jawa 49,63 persen.

Rosan menambahkan bahwa minat investor asing terhadap Indonesia masih terjaga tinggi, meskipun kondisi global tengah diwarnai ketidakpastian geopolitik dan ekonomi. Hal ini tercermin dari realisasi investasi yang tetap sesuai dengan rencana, bahkan menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

Lebih lanjut, ia memaparkan tren jangka panjang investasi nasional yang terus meningkat. Dalam kurun waktu 2014 hingga 2024, total investasi mencapai sekitar Rp9.100 triliun. Sementara untuk periode 2025 hingga 2029, target investasi ditingkatkan menjadi lebih dari Rp13.000 triliun.

Menurutnya, meskipun target tersebut cukup ambisius, pemerintah optimistis dapat mencapainya dengan menjaga momentum pertumbuhan investasi yang ada saat ini.

Adapun sektor yang menjadi kontributor utama investasi meliputi industri logam dasar, seperti pembangunan smelter, serta sektor jasa lainnya, pertambangan, kawasan perumahan industri, transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi.

Capaian ini menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya mampu mempertahankan stabilitas investasi, tetapi juga terus mendorong transformasi ekonomi berbasis nilai tambah. Di tengah tantangan global, Indonesia dinilai tetap menjadi tujuan investasi yang kuat, inklusif, dan semakin kompetitif.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *