Ratusan Perangkat Desa di Kabupaten Cianjur Ikuti Program Pembinaan Bela Negara

Bela Negara
Sebanyak 258 perangkat desa dari berbagai wilayah di Kabupaten Cianjur mengikuti program pembinaan bela negara di Yonif Raider 300/Brajawijaya, Senin 1 Desember 2025.(Cianjur Ekspres/Moch Nursidin)

CIANJUREKSPRES.ID – Sebanyak 258 perangkat desa dari berbagai wilayah di Kabupaten Cianjur mengikuti program pembinaan bela negara di Yonif Raider 300/Brajawijaya, Senin 1 Desember 2025.

Para peserta menjalani pembekalan intensif berupa latihan kedisiplinan, pembentukan karakter, serta pemantapan jiwa nasionalisme sebagai aparatur terdepan yang melayani masyarakat.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cianjur, Dendy Kristanto, mengatakan, pelatihan ini digelar setelah melihat dampak positif dari pelaksanaan di gelombang sebelumnya. Antusiasme peserta bahkan melebihi perkiraan panitia.

“Banyak yang mendorong agar kegiatan ini kembali dilaksanakan. Mereka merasakan manfaatnya, sehingga secara sukarela mendaftar untuk gelombang lanjutan. Jika hasil evaluasi menunjukan peningkatan signifikan, kemungkinan tahun depan akan digelar kembali,” ujarnya kepada wartawan.

Dendi menegaskan, tujuan utama kegiatan adalah membentuk SDM perangkat desa yang lebih profesional, tangguh, dan berintegritas dalam menjalankan tugas.

“Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan ada perubahan nyata terutama dalam hal mental positif, kedisiplinan, dan kualitas pelayanan,” ucapnya.

Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menilai pembinaan bela negara sangat strategis karena perangkat desa merupakan ujung tombak pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Dengan meningkatnya kemampuan komunikasi, koordinasi, dan kedisiplinan, layanan publik di tingkat desa pasti semakin baik dan berdampak positif bagi warga,” ungkapnya.

Bupati menyebutkan bahwa pelaksanaan tahun ini merupakan gelombang terakhir, namun peluang dilanjutkan tetap terbuka.

“Tidak menutup kemungkinan tahun depan akan dilaksanakan kembali, bahkan melibatkan instansi lain jika diperlukan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *