Raih Juara II Jabar, Rumah Pulih Jiwa Cianjur Tetap Berjuang Penuhi Kebutuhan ODGJ

Yayasan Rumah Pulih Jiwa Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, meraih Juara II Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Terbaik tingkat Jawa Barat.(Foto: Dok. Rumah Pulih Jiwa)

CIANJUREKSPRES.ID – Di tengah keterbatasan fasilitas dan minimnya ketersediaan obat-obatan, Yayasan Rumah Pulih Jiwa di Kampung Gudang, RT 01/RW 07, Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara II Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Terbaik tingkat Jawa Barat.

Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) tersebut saat ini merawat sebanyak 63 ODGJ yang berasal dari berbagai daerah, mulai dari Kabupaten Cianjur, Garut, Purwakarta, Bandung hingga Lampung. Penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi bukti atas dedikasi para pengelola dalam memberikan pelayanan dan pendampingan bagi para penghuni panti.

Bendahara LKS Rumah Pulih Jiwa, Ferawati, mengatakan, penghargaan tersebut diperoleh setelah pihaknya mengikuti proses seleksi yang digelar Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Seleksi berlangsung sekitar satu bulan dan diawali dengan verifikasi langsung ke lokasi oleh tim penilai.

Menurutnya, terdapat sejumlah aspek yang menjadi penilaian, di antaranya kebersihan lingkungan, program pemberdayaan, proses pemulihan, hingga tingkat kemandirian para penghuni panti.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras seluruh tim, kami berhasil meraih juara kedua penanganan ODGJ terbaik tingkat Jawa Barat,” ujar Ferawati kepada wartawan, Senin 22 Juni 2026.

Dia mengaku bangga atas capaian tersebut, karena mampu membawa nama Kabupaten Cianjur di tingkat provinsi. Namun, penghargaan itu juga menjadi motivasi sekaligus tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada para ODGJ.

Meski berhasil meraih prestasi, pihak yayasan mengaku masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam memenuhi kebutuhan obat-obatan bagi para pasien. Karena itu, dukungan dari berbagai pihak, khususnya pemerintah, sangat dibutuhkan agar pelayanan dan proses pemulihan ODGJ dapat berjalan secara optimal.

Selain itu, Ferawati juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap ODGJ dan keluarganya melalui edukasi serta pendampingan yang berkelanjutan, sehingga mereka dapat memperoleh kesempatan untuk pulih dan kembali menjalani kehidupan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *