Bisnis  

Prospek Pariwisata di Cianjur Masih Menjanjikan, Coconut Farm Garden jadi Magnet Wisnus dan Wisman

Kolam renang di Coconut Farm Garden yang miliki pemandangan landscape persawahan dan perbukitan di Kecamatan Cibeber pada Sabtu, 11 Juli 2026. (Foto: Cianjur Ekspres/Rikzan Rezkyesa)

CIANJUREKSPRES.ID – Prospek pariwisata di Kabupaten Cianjur disebut-sebut masih sangat menjanjikan. Tak hanya area dataran tinggi seperti di Puncak dan pesisir saja, bahkan bekas tambang galian di Kecamatan Cibeber pun bisa disulap jadi destinasi wisata.

Seperti salah satu destinasi wisata yang ada di Desa Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, yakni Coconut Farm Garden.

Sejak peresmian pada 1,5 tahun silam, destinasi tersebut kini berkembang menjadi magnet bukan hanya untuk wisatawan nusantara (wisnus) tapi juga bagi wisatawan mancanegara (wisman).

“Beberapa waktu lalu ada yang dari Australia, Romania, sampai Belanda, karena mereka menjadikan Coconut Farm Garden ini dalam paket perjalan wisata mereka, selain ke Gunung Padang di Kecamatan Campaka dan curug-curug di sekitar Kecamatan Cibeber,” kata Pengelola Coconut Farm Garden, Monica pada Sabtu, 11 Juli 2026.

Pihaknya pun menyediakan akomodasi villa dan glamping yang terbilang murah. Villa reguler, budget-nya hanya Rp500.000 per malam, free akses ke kolam renang dan sarapan. Yang paling besar, Villa Deluxe yang muat 15 orang, hanya dipatok Rp1.500.000 per malam, ditambah gratis akses 2 wahana bagi 2 orang. Sementara glamping, pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp350.000 per malam.

“Fasilitas wahana permainan kita sekarang ada belasan. Mulai dari kolam renang, berkuda, sampai yang paling hits itu rainbow slide dan ATV dengan track panjang. Kolam renang pun punya view yang oke punya, khususnya saat sunrise dan sunset, seperti di Bali. Untuk harga dan paket wahana, informasinya sudah lengkap di media sosial kita,” kata Monica menjelaskan.

Dirinya menyebut, tempat wisatanya pun kini jadi tujuan utama bagi pelancong dari Cianjur Selatan. Selain tiket masuk yang terjangkau di Rp15.000 untuk dewasa dan Rp10.000 untuk anak-anak, pengelola memberikan kebijakan yang fleksibel bagi pengunjung dengan memperbolehkan membawa makanan dari luar.

“Silakan saja, tapi ada area di dalam yang tidak boleh membawa makanan dari luar, yaitu di area Resto. Bahkan jika ada yang menyewa aula dan gazebo pun, masih diperbolehkan membawa katering dari luar,” jelas Monica.

Dia melanjutkan, alasan lain banyaknya wisatawan dari Cianjur Selatan, karena mereka tak perlu berjibaku dengan macet akibat rekayasa lalu lintas satu arah (one way) seperti yang diberlakukan di wilayah Puncak setiap akhir pekan.

“Akhirnya para wisatawan asal Cianjur Selatan yang memilih ke mari. Bahkan banyak juga yang dari Puncak justru datang ke sini. Prospeknya masih sangat bagus, jadi kami berani bersaing dengan destinasi wisata yang ada di Puncak,” kata Monica lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *