Polisi Kedepankan Pendekatan Humanis Tangani Kasus Penemuan Bayi Perempuan di Sukanagara 

Kapolres Cianjur, AKBP Ahmad Alexander Yurikho Hadi
Kapolres Cianjur, AKBP Ahmad Alexander Yurikho Hadi.(Cianjur Ekspres/Mochamad Nursidin)

CIANJUREKSPRES.ID – Warga Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, digegerkan dengan penemuan bayi perempuan yang diduga baru berusia hitungan jam.

Bayi itu diduga merupakan hasil hubungan di luar nikah antara seorang remaja perempuan berusia 17 tahun dengan mantan majikannya saat bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di wilayah Bogor.

Menurut keterangan pihak Kepolisian, peristiwa itu bermula pada Senin 23 Maret 2026, saat warga menemukan bayi perempuan dalam kondisi hidup di belakang rumah, sekitar empat meter dari dapur. Berdasarkan keterangan awal, remaja perempuan tersebut diduga melahirkan bayi tersebut seorang diri di kamar mandi sekitar pukul 06.30 WIB.

Remaja tersebut kemudian meletakkan bayinya di belakang rumah hingga akhirnya ditemukan warga sekitar pukul 08.05 WIB.

Saat ini, ibu dan bayi tersebut tengah menjalani perawatan di Puskesmas Sukanagara. Keduanya masih dalam pengawasan medis untuk memastikan kondisi kesehatan tetap stabil.

Kapolres Cianjur AKBP A. Alexander Yurikho Hadi mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi ibu dari bayi tersebut. Namun, penanganan kasus ini dilakukan dengan pendekatan humanis.

“Kepentingan bayi adalah yang paling utama. Saat ini kami fokus pada pemulihan kondisi ibu dan bayinya, serta memastikan keduanya tetap bersama untuk proses perawatan dan ikatan batin,” katanya, Selasa 24 Maret 2026.

Dia menegaskan, dalam kasus seperti ini, penegakan hukum tidak serta-merta menjadi langkah utama.

“Penegakan hukum adalah jalan terakhir (ultimum remedium),” katanya.

Pihak kepolisian juga akan melakukan pendalaman lebih lanjut terkait identitas pria yang disebut sebagai ayah dari bayi tersebut, meskipun informasi yang diperoleh masih terbatas.

“Kami akan melihat perkembangan situasi. Yang jelas, hak kesehatan dan keselamatan bayi tidak boleh dikorbankan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *