Masuk Musim Pancaroba, Pemkab Cianjur Perkuat Mitigasi Bencana Hidrometeorologi

Masuk Musim Pancaroba, Pemkab Cianjur Perkuat Mitigasi Bencana Hidrometeorologi
Ilustrasi cuaca ekstrem.(pixabay)

CIANJUREKSPRES.ID – Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menerbitkan Surat Imbauan Kesiapsiagaan guna menghadapi fase transisi dari musim kemarau ke musim hujan (pancaroba) di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur.

Langkah strategis ini diambil guna menekan dampak dan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung yang kerap mengintai wilayah ini.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama, membenarkan perihal instruksi langsung tersebut.

“Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, wilayah Jawa Barat, khususnya Cianjur, sudah mulai memasuki masa pancaroba. Potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang diprediksi akan meningkat tajam,” ujar Samudra, Jumat 30 Oktober 2026.

Surat imbauan resmi tertanggal 19 Oktober 2026 dari Bupati tersebut ditujukan secara khusus kepada para Camat se-Kabupaten Cianjur untuk segera mengoordinasikan tiga langkah mitigasi taktis berikut:

1. Mitigasi dan Kesiapsiagaan Wilayah

* Pembersihan Saluran Air: Menginstruksikan para Kepala Desa/Lurah untuk menggerakkan masyarakat dalam kerja bakti membersihkan saluran air, selokan, gorong-gorong, dan sungai kecil guna mencegah penyumbatan aliran air yang berpotensi memicu banjir luapan.

* Pemangkasan Pohon Rawan Tumbang: Melakukan pendataan dan pemangkasan dahan-dahan pohon yang sudah tua, rimbun, atau rapuh di sepanjang jalan protokol dan kawasan permukiman untuk mengantisipasi angin kencang.

* Pemantauan Lereng dan Tebing: Meningkatkan pengawasan pada area lereng perbukitan dan tebing yang kritis, terutama wilayah yang sebelumnya mengalami kekeringan/retak tanah akibat kemarau, karena sangat rawan terjadi longsor saat mulai diguyur hujan.

2. Penguatan Kelembagaan dan Masyarakat

* Aktivasi Posko Kesiapsiagaan: Mengaktifkan kembali posko kesiapsiagaan di tingkat kecamatan dan desa guna mempermudah koordinasi dan komunikasi darurat.

* Optimalisasi Relawan Kemanusiaan: RETANA (Relawan Tangguh Bencana), serta unsur masyarakat lainnya dalam sistem deteksi dini bencana.

* Sosialisasi Mandiri: Mengedukasi masyarakat secara berkala mengenai pentingnya mengenali tanda-tanda alam menjelang bencana (seperti air sungai mendadak keruh, munculnya retakan tanah di perbukitan, atau tiupan angin yang tidak wajar).

3. Komunikasi dan Pelaporan Cepat

* Memastikan sistem komunikasi di tingkat kecamatan dan desa berjalan dengan baik (melalui radio komunikasi, WhatsApp grup, mau pun saluran komunikasi lainnya).

* Segera melaporkan setiap kejadian bencana, indikasi ancaman bencana, maupun dampak cuaca ekstrem secara cepat dan berjenjang kepada Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Cianjur.

Melalui edaran ini, Pemkab Cianjur berharap seluruh unsur kewilayahan bergerak cepat bersama masyarakat demi menjaga keselamatan dan ketangguhan Cianjur dalam menghadapi pergantian musim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *