CIANJUREKSPRES.ID- Dunia sastra internasional berduka atas kepergian Sophie Kinsella, nama pena dari penulis asal Inggris Madeleine Wickham (Townley), yang wafat pada 10 Desember 2025 pada usia 55 tahun akibat glioblastoma, salah satu jenis kanker otak yang sangat agresif. Karya-karyanya, terutama seri “Shopaholic”, telah menemani jutaan pembaca di seluruh dunia dan menjadi bagian penting dalam genre komedi romantis modern.
Sophie Kinsella, lahir di London pada tahun 1969, memulai kariernya sebagai jurnalis keuangan sebelum terjun ke dunia novel. Ia pertama kali menerbitkan buku berjudul The Tennis Party pada 1995 dengan menggunakan nama asli Madeleine Wickham. Selama beberapa tahun berikutnya, ia meluncurkan enam novel lain dengan nama tersebut, hingga akhirnya memilih memakai nama pena Sophie Kinsella untuk karyanya yang kemudian menjadi titik balik kariernya: The Secret Dreamworld of a Shopaholic pada tahun 2000, yang di Amerika Serikat dikenal sebagai Confessions of a Shopaholic.
Tokoh utama dalam seri Shopaholic, Becky Bloomwood, seorang jurnalis keuangan yang ceroboh namun menggemaskan, menjadikan seri ini fenomenal di berbagai negara. Lebih dari 50 juta eksemplar buku-bukunya terjual dan diterjemahkan ke lebih dari 40 bahasa. Cerita tersebut kemudian diadaptasi menjadi film pada tahun 2009 dengan pemeran utama Isla Fisher. Selain seri Shopaholic, Sophie Kinsella juga menghasilkan sejumlah novel populer lainnya seperti Can You Keep a Secret?, The Undomestic Goddess, dan The Burnout, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis komedi romantis paling berpengaruh.
Di balik kesuksesannya, Kinsella menjalani perjuangan berat sejak didiagnosis mengidap glioblastoma pada akhir 2022. Ia baru mengungkapkan kondisi tersebut kepada publik pada April 2024. Keluarganya menyampaikan bahwa ia menghadapi penyakitnya dengan keberanian luar biasa, bahkan tetap menulis meskipun kondisinya kian memburuk.
Buku terakhirnya, What Does It Feel Like?, terbit pada Oktober 2024. Novel tersebut mengambil banyak inspirasi dari pengalaman pribadinya, menggambarkan kisah seorang novelis yang menerima diagnosis penyakit serius. Kinsella menyebut proses penulisan itu sebagai cara untuk memahami pergulatan batinnya sendiri.
Sophie Kinsella meninggalkan suaminya, Henry Wickham, serta lima anak mereka. Ucapan duka datang dari berbagai penulis dunia. Jojo Moyes menyebutnya sebagai sosok “jenius” dan “pengatur alur cerita yang luar biasa.” Warisan karya Kinsella akan terus hidup lewat buku-bukunya yang dicintai banyak pembaca, sementara perjalanan kreatif dan keberaniannya tetap menjadi inspirasi bagi dunia literasi.












