Penembakan Dekat Gedung Putih, Pelaku Dilumpuhkan Aparat dan Area Sempat Lockdown

Penembakan Dekat Gedung Putih, Pelaku Dilumpuhkan Aparat dan Area Sempat Lockdown

CIANJUREKSPRES.ID- Insiden penembakan terjadi di dekat Gedung Putih pada Senin, 4 Mei 2026 sore waktu setempat atau Selasa, 5 Mei 2026 pagi WIB. Peristiwa ini langsung memicu respons cepat dari aparat keamanan dan membuat kawasan sekitar sempat ditutup sementara.

Kejadian bermula sekitar pukul 15.30 waktu AS di kawasan National Mall, tepatnya di persimpangan 15th Street dan Independence Avenue, tidak jauh dari Washington Monument. Petugas berpakaian preman dari United States Secret Service lebih dulu mencurigai seorang pria yang diduga membawa senjata api.

Saat hendak diamankan oleh petugas berseragam, pria tersebut justru melarikan diri sambil berjalan kaki. Dalam situasi itu, pelaku mengeluarkan senjata dan melepaskan tembakan ke arah aparat. Petugas kemudian membalas tembakan dan berhasil melumpuhkan pelaku di lokasi. Senjata api milik pelaku turut diamankan sebagai barang bukti.

Dalam insiden tersebut, pelaku mengalami luka tembak dan langsung dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi sadar. Selain itu, seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun yang berada di sekitar lokasi turut menjadi korban akibat peluru nyasar. Meski demikian, korban dilaporkan tidak mengalami luka serius dan telah mendapatkan penanganan medis.

Beruntung, tidak ada anggota aparat keamanan yang mengalami luka dalam kejadian ini.

Sebagai langkah pengamanan, kompleks Gedung Putih sempat diberlakukan lockdown. Para wartawan yang berada di area North Lawn diminta segera masuk ke dalam ruang pengarahan untuk menghindari risiko. Saat kejadian berlangsung, Donald Trump diketahui sedang menghadiri acara pertemuan pelaku usaha kecil di dalam Gedung Putih, yang tetap berjalan tanpa gangguan.

Di sisi lain, pihak keamanan juga mengonfirmasi bahwa iring-iringan kendaraan Wakil Presiden JD Vance sempat melintas di area tersebut beberapa menit sebelum insiden terjadi. Namun, sejauh ini tidak ditemukan indikasi bahwa pelaku menargetkan rombongan tersebut.

Hingga kini, penyelidikan masih dilakukan oleh Metropolitan Police Department of the District of Columbia untuk mengungkap motif di balik aksi penembakan tersebut. Aparat memastikan akan mengusut tuntas kasus ini guna menjaga keamanan di kawasan vital ibu kota Amerika Serikat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *