Pantai Apra Tetap Ramai Meski Sempat Diterjang Banjir dan Sampah

Suasana Pantai Apra di Desa Saganten, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur saat libur Iduladha 1447 Hijriah.(Foto: Dok. Pokdarwis Pantai Apra)

CIANJUREKSPRES.ID – Kunjungan wisatawan ke Pantai Apra di Desa Saganten, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, mengalami peningkatan selama libur Iduladha 1447 Hijriah.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Apra, Dodo, mengatakan, rata-rata jumlah pengunjung selama masa libur Iduladha diperkirakan mencapai sekitar 150 orang per hari dan didominasi wisatawan lokal.

“Memang ada peningkatan pengunjung selama libur Iduladha, tapi tidak begitu banyak. Per hari diperkirakan sekitar 150 orang dan sekitar 75 persen merupakan wisatawan lokal,” kata Dodo pada Kamis 4 Juni 2026.

Menurutnya, peningkatan kunjungan terjadi sejak setelah Hari Raya Iduladha hingga akhir pekan. Meski demikian, jumlah wisatawan masih relatif stagnan jika dibandingkan dengan momentum libur Idulfitri yang biasanya jauh lebih ramai.

“Harapan kami tentu ada peningkatan yang signifikan, tapi kenyataannya masih stagnan dan berbeda dengan suasana saat libur Lebaran,” katanya.

Dodo menjelaskan sebagian wisatawan memanfaatkan kawasan hutan cemara yang berada di sekitar pantai untuk berkemah. Selain itu, sejumlah pengunjung juga menikmati wahana perahu di kawasan muara Cisadea.

“Alhamdulillah ada yang berkemah di area cemara. Ada juga yang memanfaatkan wahana air dengan naik perahu di sekitar muara Cisadea,” ucapnya.

Dodo mengungkapkan tantangan terbesar selama masa libur panjang justru datang dari bencana banjir yang terjadi menjelang Iduladha. Banjir tersebut membawa tumpukan sampah dari aliran sungai ke kawasan pantai, pada tanggal 26 Mei 2026.

“Menjelang hari raya sempat terjadi banjir besar yang membawa banyak sampah seperti bambu, kayu, dan sampah rumah tangga yang terbawa arus sungai ke pantai,” katanya.

Menurutnya, pembersihan dilakukan secara gotong royong melibatkan warga, pengelola wisata, hingga aparat kepolisian dari Polsek setempat.

“Sebagian besar sampah berhasil dibersihkan bersama warga dan aparat kepolisian. Bahkan dua hari kemudian sebagian sampah kembali terbawa ombak ke tengah laut,” ujar Dodo.

Meski kondisi pantai sempat terdampak kiriman sampah, wisatawan tetap datang berkunjung. Pengelola hanya mengimbau pengunjung untuk tidak terlalu mendekati bibir pantai saat gelombang sedang tinggi.

“Pengunjung tetap ada. Sebagian mungkin hanya sebentar lalu pulang lagi. Tapi di kawasan cemara masih cukup nyaman sehingga banyak yang tetap menikmati suasana rindang di sana,” katanya.

Menurut Dodo, kehadiran wisatawan turut memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha di sekitar objek wisata, meskipun tidak sebesar saat musim libur Lebaran.

“Pelaku usaha tetap kecipratan rezeki, walaupun memang jauh berbeda dibandingkan saat Idulfitri,” tuturnya.

Di sisi lain, sebagian besar nelayan tetap menjalankan aktivitas melaut seperti biasa dan tidak terlalu terpengaruh oleh meningkatnya kunjungan wisatawan.

“Karena sudah terbiasa, banyak nelayan yang tetap melaut. Jadi tidak terlalu terpengaruh dengan ramainya pengunjung,” kata Dodo.

Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan, pengelola bersama sejumlah pihak terkait telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, mulai dari pemasangan spanduk peringatan hingga menyiagakan petugas gabungan.

“Pengamanan laut, spanduk peringatan, kebersihan, serta bantuan dari Retana, Balawista, dan Polairud sudah kami siapkan seperti biasa,” katanya.

Dodo juga mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan unsur Forkopimcam, pemerintah desa, dan berbagai lembaga terkait untuk pengembangan kawasan wisata. Bahkan dalam waktu dekat akan dilakukan pembangunan sejumlah fasilitas pendukung.

“Bulan ini rencananya akan dibangun jembatan, penambahan akses jalan, dan pengerasan jalan baru di area sebelah timur kawasan wisata,” katanya.

Menurutnya, dukungan pemerintah dan berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mempercepat pengembangan Pantai Apra.

“Kalau hanya mengandalkan kelompok pengelola tentu akan sulit berkembang cepat. Perlu intervensi dan dukungan dari pemerintah maupun lembaga terkait agar fasilitas wisata semakin baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *