Okupansi Hotel di Cianjur Tembus 58 Persen Selama Libur Panjang

Badan Pimpinan Cabang(BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Cianjur mencatat tingkat hunian hotel mencapai 58 persen.(Foto: Cianjur Ekspres/Fauzi Noviandi)

CIANJUREKSPRES.ID – Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Cianjur mencatat tingkat hunian hotel mencapai 58 persen selama periode libur panjang yang bertepatan dengan Hari Raya Iduladha, Hari Raya Waisak, hingga Hari Lahir Pancasila.

Humas BPC PHRI Kabupaten Cianjur, Rizal mengatakan, peningkatan pemesanan hotel sudah mulai mengalami peningkatan pada Rabu 27 Mei 2026 lalu dan mulai melonjak pada Sabtu 31 Mei 2026, kemarin.

“Alhamdulillah, selama libur panjang akhir Mei ini tingkat hunian hotel di Cianjur mengalami peningkatan sebesar 70 persen dibanding hari-hari biasa, bahkan lonjakan terjadi sampai Minggu 1 Juni 2026,” katanya, Senin 1 Juni 2026.

Bahkan lanjut dia, beberapa hotel berhasil mencapai okupansi di atas 70 persen terutama hotel yang berada di kawasan Puncak dan Cipanas yang memang menjadi tujuan favorit para wisatawan.

“Namun berdasarkan data yang tercatat selama bulan Juni 2026 rata-rata okupansi hunian hotel anggota PHRI Cianjur tercatat mencapai 58 persen,” tutur Rizal.

Rizal menjelaskan pada momentum libur panjang rata-rata pemesan hotel merupakan wisatawan asal Jabodetabek, Bandung, Karawang, dan Sukabumi, serta warga lokal.

“Libur panjang seperti ini memang menjadi momentum yang sangat positif bagi industri perhotelan Cianjur. Kami berharap tren ini terus berlanjut pada musim liburan sekolah bulan juni ini,” katanya.

Disisi lain Rizal mengatakan, pengelola hotel yang tergabung di BPC PHRI Cianjur saat ini tengah mengeluhkan kenaikan harga bahan baku dan biaya operasional, akibat dampak dari nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat.

“Tapi untuk saat ini hotel-hotel di Cianjur masih berusaha menjaga harga kamar tetap kompetitif agar tidak memberatkan tamu. Jadi sebagian besar pelaku usaha lebih memilih melakukan efisiensi operasional dibanding langsung menaikkan tarif,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *