CIANJUREKSPRES.ID – Jelang Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) tingkat okupansi hunian hotel di Kabupaten Cianjur belum mengalami peningkatan dan masih di bawah 40 persen.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Cianjur Nano Indrapraja kepada Cianjur Ekspres, Kamis 18 Desember 2025.
“Jelang Libur Nataru ini, tingkat hunian hotel di Kabupaten Cianjur masih dibawah 40 persen. Angka tersebut masih sama dengan Nataru tahun sebelumnya,” katanya.
Saat ini lanjut dia, pihaknya telah ditugaskan PHRI Provinsi Jawa Barat untuk mulai melakukan penghitungan okupansi mulai Jumat 19 Desember 2025 hingga awal akhir libur Nataru.
“Berdasarkan data terbaru laporan dari anggota yang tergabung dalam PHRI Cianjur, tingkat hunian saat ini berada sekitar 32 persen. Kondisinya masih sama, tingkat hunian hotel di Cianjur belum baik,” ujar Nano.
Dia mengatakan, tingkat okupansi hunian hotel di Kabupaten Cianjur masih didominasi wisatawan yang berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi (Jabodetabek) serta wilayah lain di Jawa Barat.
“Terkait dengan tingkat hunian hotel di Kabupaten Cianjur, sejarahnya belum pernah menyentuh diangka 70 persen. Sudah sampai diangka 50 persen kita sudah sangat bersyukur,” katanya.
Selain itu, Nano mengungkapkan pihaknya terus selalu berupaya untuk menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur terkait upaya meningkatkan kunjungan wisatawan.
“Saya sering menekankan pemerintah, jangan dulu berbicara tentang kenaikan pajak. Mari kita besama-sama untuk memikirkan tingkat kunjungan wisatawan, ditengah kondisi yang tidak baik ini,” katanya.
Nano beharap tingkat kunjungan wisatawan dan okupansi hotel pada libur Nataru 2025 bisa terus mengalami peningkatan, dan bisa mencapai diangka 40 persen.












