CIANJUREKSPRES.ID – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Asep Guntara, resmi menuntaskan agenda Reses Masa Sidang I Tahun Anggaran 2026/2027.
Rangkaian jaring aspirasi yang berlangsung selama enam hari, sejak 30 Oktober hingga 6 November 2026, dilaksanakan di lima kecamatan yang berada di Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kabupaten Cianjur.
Sepanjang pelaksanaan reses, legislator PKS ini menyerap berbagai persoalan krusial yang dihadapi masyarakat bawah. Di sektor umum, infrastruktur jalan masih menjadi keluhan utama warga. Sementara di sektor sosial, para kader Posyandu serta ketua Rukun Tetangga (RT) secara kompak menyuarakan harapan terkait peningkatan insentif kerja.

Keluhan mendasar juga datang dari dunia pendidikan anak usia dini. Sejumlah pengelola PAUD menyampaikan aspirasi terkait proses perpanjangan izin operasional yang selama ini dirasa memberatkan secara administratif maupun operasional.
“Mereka berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur segera memberikan solusi konkret guna mempermudah legalitas lembaga pendidikan,” ujar Asep Guntara, Sabtu 7 November 2026.

Fokus pada Sektor Pertanian dan Ketahanan Pangan
Aspirasi dari sektor pertanian mendominasi jalannya reses di Dapil IV. Para petani mengeluhkan rusaknya jaringan irigasi tersier, kendala distribusi pupuk bersubsidi, hingga minimnya alat dan mesin pertanian (alsintan) modern.
Merespons hal tersebut, di akhir rangkaian reses, Asep Guntara langsung melakukan peninjauan lapangan guna meninjau proyek pengerjaan jaringan irigasi tersier di Kampung Satong, Desa Bojong, Kecamatan Mande. Proyek irigasi yang diperuntukkan bagi kelompok tani setempat ini diproyeksikan mampu mengairi sekitar 20 hektare lahan pertanian.
“Selama ini, akibat rusaknya saluran irigasi, produktivitas pertanian padi di wilayah ini tidak maksimal, di mana petani hanya bisa melakukan dua kali masa tanam dalam setahun. Kita berharap dengan perbaikan irigasi tersier ini, para petani bisa meningkatkan intensitas menjadi tiga kali masa tanam dalam setahun, sehingga produksi gabah meningkat maksimal,” ungkap Asep.

Selain infrastruktur pertanian, Asep juga mengunjungi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bojong untuk meninjau unit usaha budidaya ternak ayam petelur yang didanai melalui program Ketahanan Pangan (Ketapang) Desa Bojong.
“Saat ini, unit usaha tersebut telah berhasil berproduksi secara mandiri. Saya berharap usaha peternakan ini terus berkembang menjadi sektor usaha yang menjanjikan serta mampu memenuhi seluruh kebutuhan telur bagi masyarakat Desa Bojong secara mandiri,” katanya.
Di samping masalah pangan, isu ketenagakerjaan juga menjadi sorotan penting selama reses. Masyarakat meminta pemerintah daerah memprioritaskan pencarian solusi atas ketersediaan lapangan kerja, khususnya bagi generasi muda di wilayah Dapil IV guna menekan angka pengangguran.
“Seluruh aspirasi masyarakat yang terhimpun selama enam hari reses ini selanjutnya akan disusun dalam laporan resmi fraksi untuk diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur agar dapat diakomodasi dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD),” tegas Asep Guntara.












