Nenden PMI Asal Pagelaran Cianjur Sakit, Keluarga Minta KDM Bantu Pulang

Lilis (53) orangtua Nanden mengatakan, anaknya bekerja selama enam bulan, dikabarkan mengalami sakit lambung kronis yang parah.(Cianjur Ekspres/Fauzi Noviandi)

CIANJUREKSPRES.ID – Nenden Susilawati (31), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kampung Gelam, Desa Buniwangi, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur Arab Saudi, dikabarkan menderita penyakit lambung, bahkan kondisinya pun terus menurun.

Kini keluarga Nenden meminta bantuan pemerintah dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) untuk memulangkannya ke Indonesia.

Lilis (53) orangtua Nanden mengatakan, anaknya bekerja selama enam bulan, dikabarkan mengalami sakit lambung kronis yang parah. Selama dua bulan terakhir, kondisi fisiknya terus merosot.

“Bahkan, saat selesai makan pun selalu muntah. Jangankan untuk dirawat, anak saya selalu dipaksa untuk bekerja oleh majikannya, padahal dalam kondisi sakit,” katanya, Rabu 4 Februari 2026.

Majikannya tersebut lanjut dia, diduga mulai memperlakukan perilaku buruk ketika setelah menandatangani kontrak kerja selama dua tahun.

“Tiga bulan pertama kontrak berjalan sangat baik, majikan terlihat sangat peduli. Namun setelah tanda tangan kontrak dua tahun, semuanya berubah drastis,” katanya.

Meski Nenden sudah menawarkan untuk berobat menggunakan uang pribadinya, sang majikan menolak mengantar dengan alasan sibuk dan biaya medis yang mahal.

“Ya, majikannya suka bilang sibuk kalau anak saya minta berobat, juga bilang mahal, padahal kemarin berobat pakai uang gaji anak saya,” katanya.

Nenden yang menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga setelah ditinggal suaminya harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan anak dan keluarganya. Anaknya yang masih kecil sangat membutuhkan kasih sayang ibu kini menanti kepulangannya dengan cemas.

“Anaknya masih kecil. Nenden itu satu-satunya harapan kami. Saya sangat khawatir melihat kondisinya yang terus menurun tapi masih dipaksa bekerja,” katanya.

Lilis mengatakan, saat meminta untuk melihat foto kondisinya, tidak pernah diberikan, karena akan menambah kesedihan.

“Ga pernah mau kirim foto, bahkan video call saja dia ga mau, katanya takut mamah dan keluarga sedih,” ujarnya.

Lilis mengaku kecewa dengan dengan pihak perusahaan yang memberangkatkan Nenden, karena hingga kini belum memberikan kepastian terkait perlindungan dan kepulangannya anaknya.

Selain itu, Lilis mengatakan dirinya telah mengirimkan surat permohonan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk turun tangan membantu proses kepulangan anaknya ke Indonesia.

“Saya mohon kepada Pak Dedi Mulyadi, tolong bantu anak saya pulang. Saya takut terjadi apa-apa di sana. Teman-temannya saja tidak ada yang betah kerja di situ, paling lama cuma sebulan. Tolong selamatkan anak saya,” katanya.

Penulis: Fauzi NoviandiEditor: Herry Febriyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *